RADARTASIK.ID – Belakangan ini, media sosial ramai dengan tren mengedit foto menggunakan kecerdasan buatan (AI) agar tampak seperti ilustrasi khas Studio Ghibli.
Tren ini menarik perhatian banyak orang, termasuk aktris Sheila Dara yang mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena tersebut.
Tren ini juga menimbulkan perdebatan etika dan hak cipta, terutama setelah pernyataan lama pendiri Studio Ghibli, Hayao Miyazaki, kembali mencuat.
Baca Juga:Bianura Azka Ghifari Jadi Trainee Indonesia Pertama yang Lolos ke Final Chuang Asia Season 2Film Indonesia Terlaris Tahun 2025, Terbanyak Raih 2 Juta Penonton
Awal Mula Tren Foto Ai ala Ilustrasi Studio Ghibli
Tren ini bermula ketika OpenAI merilis fitur terbaru yang memungkinkan pengguna mengedit foto menjadi ilustrasi dengan nuansa khas Studio Ghibli, seperti warna pastel lembut, pencahayaan hangat, dan sentuhan magis yang ikonik.
Banyak pengguna, mulai dari individu biasa hingga influencer, mencoba fitur ini untuk mengubah foto mereka menjadi karya seni ala film-film seperti Spirited Away atau My Neighbor Totoro.
Namun, tidak semua pihak menyambut tren ini dengan positif.
Salah satunya adalah Sheila Dara yang mengaku sedih dan mempertanyakan apakah teknologi AI, seperti ChatGPT, telah mendapatkan izin resmi dari Studio Ghibli untuk menghasilkan karya tersebut.
Jika tidak, maka hasil editan itu bisa dianggap sebagai pelanggaran hak cipta.
Seiring dengan meningkatnya tren tersebut, pernyataan lama Hayao Miyazaki kembali mencuat.
Pada tahun 2016, Miyazaki secara tegas mengkritik penggunaan AI dalam seni animasi. Ia menyebut karya yang dibuat oleh AI sebagai “penghinaan terhadap kehidupan itu sendiri.”
Pernyataan tersebut menjadi bahan diskusi di kalangan warganet yang menolak tren AI bergaya Studio Ghibli.
Baca Juga:Final Destination: Bloodlines Rilis Trailer Perdana, Waralaba Horor yang DinantikanMomen Aktris Raline Shah Rayakan Ulang Tahun ke-40
Banyak yang berpendapat bahwa seni buatan tangan yang menjadi ciri khas Studio Ghibli tidak bisa digantikan oleh AI, yang dianggap hanya meniru tanpa memahami esensi dari seni itu sendiri.
OpenAI Akhirnya Membatasi Penggunaan AI untuk Gaya Ghibli
Menanggapi kontroversi tersebut, OpenAI akhirnya mengambil langkah untuk memblokir permintaan yang secara spesifik ingin meniru gaya Studio Ghibli.
OpenAI menyatakan bahwa mereka menerapkan pendekatan konservatif terhadap penggunaan AI dalam seni dan hanya mengizinkan gaya yang lebih umum.
Langkah ini membuka diskusi baru tentang batasan etika dalam AI generatif.