RADARTASIK.ID – Harga Bitcoin kembali mengalami penurunan drastis, mencapai level terendah sejak tahun lalu, 11 November 2024.
Jumat pagi (28/2), mata uang kripto terbesar di dunia ini turun ke bawah angka US$ 80.000.
Penurunan ini dipicu oleh beberapa faktor, mulai dari kebijakan kripto yang tidak pasti hingga insiden peretasan yang mengguncang pasar.
Baca Juga:Gejolak Besar di Pasar Kripto ! Harga Bitcoin Anjlok US$ 12.000 dalam 3 Hari! Inilah Penyebab dan DampaknyaPasar Kripto! Whale Dogecoin Jual DOGE dalam Jumlah Besar, Pasar Panik?
Bitcoin sebelumnya mencapai rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High) di angka US$ 109.241 pada 20 Januari 2025, tepat saat Donald Trump dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat (AS).
Namun, hanya dalam enam minggu, nilai Bitcoin telah anjlok 25%, membuat banyak investor bertanya-tanya apakah ini awal dari tren penurunan yang lebih besar.
Beberapa faktor yang memicu penurunan harga Bitcoin antara lain:
1. Ketidakpastian Kebijakan Kripto Donald Trump
Presiden AS Donald Trump sebelumnya dikenal cukup skeptis terhadap mata uang kripto.
Sikap agresifnya dalam kebijakan tarif dan aturan investasi kripto membuat pasar cemas.
Banyak investor yang khawatir regulasi ketat akan menghambat pertumbuhan pasar aset digital.
2. Peretasan Kripto yang Mengguncang Kepercayaan Investor
Baru-baru ini, peretasan besar terjadi pada mata uang kripto saingan Bitcoin, yaitu Ether.
Dalam insiden tersebut, dana senilai US$ 1,5 miliar dikuras oleh peretas.
Kejadian ini semakin mengurangi kepercayaan investor terhadap keamanan aset digital.
3. Pelemahan Pasar Kripto Secara Luas
Tak hanya Bitcoin, mata uang kripto lainnya seperti Ether, Solana, dan XRP juga mengalami penurunan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga:Pasar Kripto! Dogecoin Siap Tembus $1? Panshibi (SHIBI) Justru Siap Meledak dengan Potensi 50x Lipat!5 Prediksi Kripto Kapitalisasi Besar Pekan Ini: BTC, LTC, DOT, DOGE, SHIB Bisa Meledak?
Tren negatif ini menandakan bahwa pasar aset digital sedang mengalami tekanan besar.
Dengan kondisi pasar yang semakin tidak stabil, banyak investor bertanya-tanya apakah harga Bitcoin akan terus merosot atau justru mengalami pemulihan.
Para analis memiliki pandangan beragam terkait hal ini.
1. Skenario Bearish (Harga Terus Turun)
Jika tekanan regulasi terus meningkat dan kepercayaan investor semakin melemah, Bitcoin berpotensi turun lebih dalam, bahkan bisa mencapai level di bawah US$ 70.000.
2. Skenario Bullish (Pemulihan Harga)
Beberapa analis percaya bahwa ini hanyalah fase koreksi sementara.
Jika ada sentimen positif seperti kebijakan pro-kripto dari pemerintah atau meningkatnya permintaan institusional, harga Bitcoin bisa kembali pulih dan bahkan menembus rekor baru.