Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisporabudpar), Deddy Mulyana, menuturkan, kick off ini adalah tahapan awal dari Pasar Wisata Nusantara. Event-nya akan dilaksanakan pada Juli 2025 selama 3 hari dan lokasinya kalau tak ada perubahan di GCC.
”Kenapa kita konsepnya Pasar Nusantara? Karena kita sudah punya pengalaman beberapa kali event regional tapi tak bisa banyak mendatangkan pengunjung,” tuturnya.
Peluncuran program ini, menurut Deddy, banyak mendapat respons positif, termasuk dari komunitas luar daerah.
Baca Juga:Kesehatan Puluhan Lansia di Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya DiperiksaHasil Kajian Badan Geologi untuk Pergerakan Tanah Cineam Tasikmalaya Keluar, Pemerintah Mulai Bahas Relokasi
Deddy juga mengakui program ini merupakan warisan dari Penjabat (Pj) Wali Kota Tasikmalaya untuk menciptakan event yang menarik banyak pengunjung ke Kota Resik.
”Kita kemas program ini agar lebih menarik, karena tidak semua wisatawan menyukai makanan atau produk khas Tasikmalaya. Oleh karena itu, kita lakukan branding agar lebih luas,” jelasnya.
Deddy juga menyebut bahwa Kementerian Pariwisata merespons inisiatif ini dan dijadwalkan mengirim perwakilan dari Direktorat Pemasaran pada Maret mendatang. Bahkan, ada kemungkinan Raffi Ahmad, Staf Khusus Bidang UMKM, turut hadir.
Lebih lanjut, Disporabudpar telah mengumpulkan database pelaku UMKM kuliner di Kota Tasikmalaya yang memproduksi makanan khas Nusantara, seperti pempek, ayam taliwang, dan mie Aceh.
”Kita ingin mengembangkan kuliner Nusantara di Kota Tasikmalaya, dengan pelaku usaha dari daerah kita sendiri,” tukasnya.
Upaya ini juga mendapat dukungan dari Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya yang siap berkolaborasi untuk menyukseskan program tersebut. (Rezza Rizaldi)