“Tadinya mau suaminya, anak mau langsung ke depan, jangan saya bilang gitu. Nanti saya panggil saja. Jadi saya itu kapasitasnya meperkenalkan keluarga kecil saya. Saya kenalkan suami saya dan saya kenalkan anak bungsu saya,” ujarnya.
Penjabat wali kota Banjar pun menegaskan anaknya tidak mencalonkan di Kota Banjar. “Jadi mereka punya dapilnya disana silakan. Jadi kapasitas saya sekali lagi saya tegaskan, saya hanya memperkenalkan keluarga kecil saya. Bukan untuk kampanye disini, karena memang dapilnya juga bukan disini, jadi apa yang dikampanyekan,” katanya.
Pernyataan Penjabat Wali Kota Banjar Menuai Reaksi
Sebelumnya, pernyataan Penjabat Wali Kota Banjar Hj Ida Wahida Hidayati dalam sebuah acara serah terima jabatan belum lama ini menuai reaksi. Masyarakat mempertanyakan netralitasnya sebagai aparatur sipil negara (ASN).
Baca Juga:Tokoh Agama Pangandaran Dikumpulkan, Bahas Soal Pinjaman ke Bank dan Kondisi KeuanganPemkab Ajak Pokdarwis Kabupaten Pangandaran Menata Pariwisata, Bupati: Penataan Wisata Belum Maksimal
Ketua IMM Kota Banjar Muhamad Nugia Alamsyah menilai, pernyataan tersebut dianggap melebihi batasan. Sebab di tahun politik, dia menilai tak pantas Pj Wali Kota Banjar memperkenalkan anaknya sebagai caleg sampai menyebutkan nama partai politiknya.
“Tindakan yang benar-benar offside. Karena tidak pantaslah seorang Pj wali kota menyebutkan salah satu partai politik (perahu anaknya),” ujar Muhamad Nugia Alamsyah, Senin 11 Desember 2023. (*)
