TASIK, RADSIK – Salah satu ikon Kota Tasikmalaya yakni Plaza Asia Tasikmalaya merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 tahun, Hari ini (7/9/2022). Mengusung tema Stronger Together, Plaza Asia menyebarkan semangat untuk bangkit bersama, lebih kuat dari sebelumnya.

Board of Director PT Asia Sanprima Jaya Tjong Djoen Mien mengatakan bahwa ia bersyukur Plaza Asia bisa melewati badai pandemi Covid-19 dan bisa survive hingga di usia 15 tahun ini. Di era pemulihan ekonomi ini Plaza Asia punya optimisme untuk terus maju dan bangkit bahkan lebih kuat dari sebelumnya, sesuai tema yakni Stronger Together.

“Dua tahun terakhir ini kita mengalami masa-masa sulit. Daya beli masyarakat terpuruk akibat pandemi Covid-19. Sudah banyak mal di kota-kota lain yang collapse akibat tak kuat bertahan di tengah pandemi. Syukurnya, Plaza Asia bisa survive dan disayang masyarakat Priangan Timur,” ujarnya.

Meskipun ia merasakan di dua tahun terakhir ini sulit mendatangkan tenant-tenant baru. Kini saat ekonomi mulai pulih, pihaknya pun siap bangkit dan memberikan pelayanan terbaik untuk pengunjung. “Tahun depan kita akan mendatangkan brand-brand baru agar pengunjung tidak bosan. Jadi tiap tahunnya selalu ada yang baru di Plaza Asia,” kata pria yang akrab disapa Acong.

Terlebih ia pun optimis di tengah gempuran online shop, mall masih bisa bertahan karena menyuguhkan pengalaman yang berbeda dengan belanja online. “Saya rasa pengunjung yang ke mal tak sekadar belanja, tapi bisa sambil rekreasi, wisata kuliner dan lain-lain. Kami konsisten dengan tagline Plaza Asia yakni Plaza For All, artinya Plaza Asia ini Plaza untuk semua kalangan,” katanya.

Harapannya di usia ke 15 tahun ini Plaza Asia semakin maju. Tak hanya perusahaannya yang maju, tapi staf dan karyawannya pun maju. “Perusahaan maju, karyawan pun harus maju. Plaza Asia tak bakal besar seperti sekarang kalau tidak ada karyawan, mulai dari cleaning service, security, pramuniaga, kasir dan lain-lain,” terangnya.

Semakin ma­junya Plaza Asia tentunya akan men­dorong geliat roda ekonomi di Tasikmalaya dan Priangan Timur, investor-investor berdatangan, UMKM semakin naik kelas dan tenaga kerja yang terserap pun semakin banyak. “Tenaga kerja di Kompleks Plaza Asia ini mencapai 3.000 orang. Tentunya keberadaan Plaza Asia ini ikut berkontribusi untuk kemajuan daerah,” ujarnya.

Ia menam­bahkan, meskipun Plaza Asia kini jadi mal terbesar di Priangan Timur, hal itu tidak membuatnya lengah. “Kita terus bekerja keras, berinovasi, berkreasi. Tidak boleh cepat puas,” ujarnya.

DUA TAHUN PERTAMA YANG TERBERAT

Terlebih, kata ia, Plaza Asia ini dibangun dengan penuh perjuangan. Saat pertama mendirikan Plaza Asia, banyak yang skeptis, karena Acong dianggap nekad membangun mal sebesar itu, padahal saat itu Tasik adalah kota yang kecil. “Dua tahun pertama Plaza Asia adalah masa tersulit dan berdarah-darah untuk mempertahankannya,” ucapnya.

Bahkan ia sempat berpikir untuk menutup dan menjual Plaza Asia karena mal tersebut tidak menunjukkan kemajuan di dua tahun pertamanya. “Tapi Papah saya yang memberikan semangat, beliau menasehati saya untuk tidak menyerah dan harus optimis Plaza Asia bisa maju,” ujarnya.

Alhasil nasehat dari ayahanda tercinta tersebut menjadi bahan bakar untuk Acong kembali semangat. “Tahun 2009 Plaza Asia mulai kelihatan ada progress, tenant-tenant besar mulai masuk. Saat itu ada KFC, Solaria, Gramedia, Amazon,” ujarnya. Dengan kesungguhan dan kerja kerasnya, kini Plaza Asia bisa mencapai usia 15 tahun dan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi di daerah. (na)

%d blogger menyukai ini: