Ahmad Doli: Golkar Tak Akan Buang Kesempatan

TASIK, RADSIK – Ketua DPD Golkar Kota Tasikmalaya H Muhammad Yusuf diminta kembali mencalonkan diri pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tasikmalaya 2024. DPP Golkar bakal mendukung penuh kadernya yang saat ini tengah menjabat sebagai wali kota tersebut.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar H Ahmad Doli Kurnia menegaskan, Yusuf mesti kembali mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Lantaran pengabdiannya selama ini sudah cukup dirasakan masyarakat.

”Kami berikan dukungan penuh untuk Pak Wali (H Yusuf, Red.) maju kembali,” ujar Doli usai menghadiri pelantikan Presidium Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Indonesia (MD KAHMI) Kota Tasikmalaya di Hotel Grand Metro, Minggu (22/5/2022).

Dia pun mengaku sudah berbicara dengan Yusuf persoalan tersebut. Parpol berlambang pohon beringin itu meminta sang petahana mempersiapkan diri dengan baik, dengan tidak membuang kesempatan dalam menuntaskan masa jabatan sebagai Wali Kota Tasikmalaya.

”Saya sudah bicara dengan Pak Wali. Memintanya mempersiapkan diri, jangan buang kesempatan untuk menjadi kepala daerah yang dicintai rakyatnya,” katanya yang juga Koordinator MD KAHMI tersebut.

Menurut dia, kiprah Yusuf sejauh ini terbilang sudah baik, merealisasikan sejumlah janji politik. Dituangkan dengan kebijakan dan sejumlah pembangunan yang disampaikan pada pilkada sebelumnya.

”Kepala daerah yang dicintai rakyatnya itu, yang bisa menunaikan semua program yang telah disampaikan ke masyarakat, alhamdulillah, testimoni tentang Pak Wali sudah bagus sekali. Bahkan ke depan akan menggeliatkan pasar rakyat berdaya lagi. Membangun creativity center, peremajaan stadion dan lain-lain. Saya kira dengan melaksanakan dan menunaikan program pada janji politiknya, itulah yang dicintai rakyat dengan begitu akan dipilih kembali,” tutur Wakil Ketua DPR RI itu.

Secara nasional, dia menjelaskan Partai Golkar memiliki target untuk memenangkan calon presiden Airlangga Hartarto, memenangkan pemilu legislatif (pileg) kembali pada 2024. Mulai dari skala nasional, provinsi sampai daerah 60 persen. ”Kemudian, Golkar di Tahun 2020 kan menjadi pemenang nomor 1 pilkada se-Indonesia dengan 170 daerah, tentu kita berharap 2024 nanti yang juga serentak, menang kembali, dan daerah yang dijabat kader Golkar saat ini, seperti di Kota Tasikmalaya kita beri support penuh,” harapnya.

Sebelumnya, Wali Kota Tasikmalaya H Muhammad Yusuf tengah konsen membenahi internal birokrasi menjelang akhir masa jabatannya. Namun, berbicara urusan politik dia mengaku masih wait and see. Sebab, peta politik bisa berubah dinamis kapan pun, apalagi berbicara dua tahun ke depan. ”2024 (Pilkada, Red), saya tergantung masyarakat. Karena prinsip saya, jabatan itu amanah yang hakikatnya dari Allah Swt. Syariatnya kepercayaan masyarakat, kalau masyarakat masih percaya insyaallah saya memegang itu,” ujarnya kepada Radar usai menghadiri tasyakur hari ulang tahun di Kantor Radar Tasikmalaya Group, Selasa (1/3/2022).

Menurut dia, legitimasi dan kepercayaan publik, mutlak menjadi landasan pegangan seorang pejabat daerah untuk maju dan bertugas. Kalau publik sudah tidak memercayai suatu figur, jangan dipaksakan atau bersikukuh merebut, memenangkan suatu jabatan. ”Kalau sudah tidak dipercaya, nanti jadi pejabatnya ngawur, tanpa legitimasi kepercayaan publik,” selorohnya.

Dia mengaku sementara waktu ini, fokus membenahi tatanan birokrasi pemkot semakin baik, mengomandoi para ASN agar berorientasi terhadap pelayanan, bukan terhadap urusan lain. ”Sebab, mereka itu digaji untuk melayani masyarakat bukan untuk bolos dan tidur,” ujar Yusuf.

Dia menceritakan dari waktu yang tersisa saat ini, diakui masih kurang merealisasikan sejumlah harapan dan cita-citanya dalam membangun dan memajukan daerah. Menggulirkan kebijakan-kebijakan di pemerintahan yang bisa mendorong laju daerah dari beragam aspek. ”Hanya saat ini fokuskan dulu mengejar target yang tertuang pada RPJMD yang sudah kami janjikan, saya dan Pak Budi waktu Pilkada 2017 lalu. Selepas Pak Budi berhenti, otomatis saya dan jajaran birokrat mengemban beban itu, melanjutkan dan merealisasikan yang sudah kami janjikan,” kata Yusuf menceritakan.

”Mungkin akan ada beberapa target capaian yang tidak terpenuhi, kita dilanda Covid-19 yang menggerus semua rencana awal pembangunan dan concern untuk penanggulangan serta penanganan, yang sumbernya dari anggaran daerah,” lanjutnya.

Pria yang juga Ketua PPM Jawa Barat itu menjelaskan, belakangan ini dia tengah menggeber reformasi birokrasi di Kota Tasikmalaya. Mengubah paradigma dan mindset jajaran birokrat, supaya tertanam pemahaman bahwa pelayanan publik mutlak orientasi utama pejabat. ”Karena percuma kinerja kita baik secara penilaian administrasi, WTP 5 kali berturut-turut, tapi output dari hadirnya pemerintah untuk melayani masyarakatnya masih ngoyo atau memble, sama saja bohong kalau hanya administrasi,” ujar Yusuf.

Dia yang juga mantan birokrat di Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sangat memahami, kinerja dari para ASN dan pemerintahan secara umum yaitu pelayanan publik. Maka, di sisa masa jabatannya dia berupaya mengoptimalkan itu. (igi)

%d blogger menyukai ini: