Warga Terlalu Antusias, Alun-Alun Dadaha Sudah Dijebol Sebelum Waktunya

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Warga Kota Tasikmalaya sudah sangat menantikan dibukanya Alun-Alun Dadaha, yang direvitalisasi sejak tahun 2023.

Tingginya antusias warga terhadap sarana publik itu tampak dari beberapa lubang pada banner penutup sekeliling area yang pada robek.

Sobekan itu merupakan jejak masyarakat yang memaksa ingin masuk dan bermain di dalam area taman bermain tersebut.

Beberapa spot di Alun-alun Dadaha juga tampak tercemar sampah-sampah kecil.

Baca juga: Perempuan Muda Ini Bikin Kota Tasikmalaya Lebih Terang, Tergetkan Pasang 2.000 PJU

Kendati demikian, Pemerintah Kota Tasikmalaya tidak bisa melarang masyarakat untuk menerobos masuk menikmati fasilitas kawasan baru tersebut.

“Ya tolong jaga bersama ya, soalnya ini juga kan masih dikelola provinsi belum diserahkan ke kota,” ucap Sekda Kota Tasikmalaya Ivan Dicksan kepada Radar, Selasa (23/1/24).

Beberapa banner yang dirusak juga tampak ditambal menggunakan kain tambahan. Namun, tak bertahan lama kini penambal tersebut sudah koyak kembali.

“Ya sebenarnya kewenangan masih di provinsi, karena proses serah terimanya sedang diproses. Kemarin informasi ada rekomendasi beberapa yang harus disempurnakan  dulu, diperbaiki, sehingga kita menunggulah,” jelasnya.

Baca juga: Atasi Inflasi, Lahan TPU Aisha Rashida Kota Tasikmalaya Akan Dimanfaatkan untuk Memproduksi Pangan

Ivan belum bisa memastikan Alun-alun Dadaha akan dibuka untuk publik. Pasalnya, beberapa fasilitas masih jadi acuan perbaikan dari pihak provinsi.

“Sebenarnya, saya sudah komunikasi dengan Kadis Perwaskim provinsi, bahwa kita siap menerima kapan akan diagendakan oleh Dinas Permukiman Provinsi, yang penting bahwa ada dalam masa pemeliharaan, oleh karena itu tetap bertanggungjawab kalau ada hal-hal yang perlu diperbaiki,” tuturnya.

Ivan pun menegaskan bahwa, Pemerintah Kota Tasikmalaya tidak bisa memberikan imbauan larangan masuk kawasan tersebut, lantaran secara administrasi masih dipegang sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kendati demikian, Ivan menyampaikan bahwa Alun-alun Dadaha sejatinya untuk fasilitas publik.

Baca juga: Pelatih Olahraga Tarung Derajat di Kota Tasikmalaya Bakal Dapat Coaching Clinic

Sehingga ia hanya meminta warga Tasikmalaya untuk berkenan menjaga kelaikan kawasan tersebut dengan tidak mengotori atau bahkan merusak sarana prasarana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *