Warga Tak Bisa Lama Menunggu Lapangan Alun-Alun Dadaha Dibuka

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Warga tampaknya tak bisa terlalu lama menunggu untuk bisa mengunjungi lapangan alun-alun Dadaha. Meskipun sudah ditutup, ada saja cara mereka untuk bisa masuk ke area tersebut.

Pantauan Radar, area tersebut kembali ramai dikunjungi warga akhir-akhir ini, termasuk di akhir pekan hari Minggu (10/12/2023). Dari mulai orang tua mengajak anaknya bermain, anak muda yang nongkrong juga pedagang yang mencari peruntungan.

Salah seorang warga, Lia Amalia (37) mengaku awalnya tidak berencana masuk ke tempat tersebut. Apalagi secara akses kawasan tersebut ditutup oleh spanduk yang seolah tanpa celah. “Awalnya hanya mau jalan-jalan saja,” katanya.

Baca juga : Kadinkes Tidak Hadir, Audiensi Soal Klinik Alifa di DPRD Kota Tasikmalaya Gagal

Namun karena di lokasi tersebut sudah ramai, dia pun jadi tertarik untuk ikut masuk. Di mana terdapat sebuah celah yang memungkinkan untuknya masuk ke lapangan tersebut. “Karena sudah ramai, ya akhirnya ikut masuk juga,” tuturnya kepada Radartasik.id.

Disinggung supaya menunggu sampai tempat itu dibuka, menurutnya kalau lapangan itu ditutup rapat bisa saja. Namun kalau bisa masuk lebih awal, tentunya jadi kesempatan yang menurutnya baik. “Karena kalau sudah kondisinya terlalu ramai mungkin kurang enak juga,” ucapnya.

Secara pekerjaan, seharusnya pembangunan lapangan alun-alun dadaha itu sudah selesai. Namun terlihat beberapa titik terdapat kerusakan, di mana hiasan dinding bata yang sudah banyak terlepas dari tempatnya.

Baca juga : Sudah 1 Tahun Lebih, Pasar Cibeureum Kota Tasikmalaya Tetap Sepi

Beberapa orang yang melihatnya menilai bahwa kerusakan itu bukan karena ulah pengunjung mengingat posisinya yang cukup tinggi. Kerusakan tersebut diduga karena kualitas pekerjaan yang kuranag bagus.

Beberapa waktu sebelumnya, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporaburpar) Kota Tasikmalaya Deddy Mulyana mengatakan bahwa pengelolaan lapang belum ada penyerahan. Pasalnya pekerjaan tersebut merupakan program dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Harus ke Dinas Perkim (Perumahan dan Permukiman) Pemprov,” katanya.

Meskipun secara masa pekerjaan sudah selesai, tidak berarti otomatis pengelolaan langsung oleh Disporabudpar. Apalagi menurutnya saat ini masih masa pemeliharaan untuk beberapa bulan ke depan. “Mungkin sampai bulan April masih pemeliharaan,” imbuhnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *