Warga Kota Tasikmalaya Perlu Waspada Gempa, Tapi Jangan Panik

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Efek gempa seperti yang terjadi di Sumedang bisa juga terjadi di Kota Tasikmalaya. Menyikapi ini, masyarakat Kota Tasikmalaya harus waspada namun jangan sampai panik.

Urusan bencana gempa bumi bukan hanya masalah di mana titik pusatnya. Karena titik gempa di daerah lain pun getarannya bisa sampai terasa ke Kota Tasikmalaya, bahkan bisa berdampak kerusakan.

Sepanjang tahun 2023 saja, Kota Tasikmalaya tiga kali diguncang gempa. Namun ketiga gempa tersebut tidak sampai menjatuhkan korban luka-luka atau pun jiwa.

Baca juga : Buruan Daftar! Ada Lowongan Jadi Pengawas TPS Pemilu Untuk 1995 Orang di Kota Tasikmalaya

Namun Kota Tasikmalaya punya pengalaman pahit mengenai bencana gempa bumi yakni pada tahun 2009 dan 2017. Di mana bencana kala itu mengakibatkan banyak kerusakan bangunan di Kota Tasikmalaya, bahkan ada korban jiwa.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya H Ucu Anwar Surahman yang meminta masyarakat agar senantiasa waspada. Karena bencana gempa bisa terjadi kapan saja. “Kalau untuk tasik menjadi pusat gempa potensinya kecil, tapi gempa di daerah lain di wilayah Jawa bisa saja getarannya ke Kota Tasik,” ujarnya kepada Radar, Selasa (2/1/2023).

Goncangan gempa tentunya berpotensi bisa merusak konstruksi bangunan baik rumah, gedung atau pun fasilitas umum. Apalagi untuk bangunan-bangunan tinggi seperti hotel, khususnya di wilayah yang datar tanpa bukit. “Efek gempa itu akan lebih terasa di bangunan tinggi,” tuturnya.

Baca juga : 705 Orang Dengan Gangguan Jiwa Punya Hak Pilih di Kota Tasikmalaya Pada Pemilu 2024

Disinggung soal bangunan-bangunan tahan gempa, pihaknya belum bisa memastikan. Karena hal itu berkaitan dengan spesifikasi konstruksi bangunan. “Yang bisa menentukan bangunan tahan gempa atau tidak kan bukan kami,” terangnya.

Ketika gempa terjadi, pada prinsipnya masyarakat tidak boleh panik. Karena kepanikan malah bisa membahayakan diri sendiri dan juga orang lain. “Tetap tenang, cari area yang luas dan hindari area yang bisa menjadi jatuhan bangunan,” ucapnya.

Maka dari itu, pihaknya meminta gedung-gedung yang ada di Kota Tasikmalaya memiliki jalur evakuasi dan titik kumpul. Supaya bisa memandu orang-orang agar tidak menjadi korban. “Titik kumpul itu harus area yang luas dan aman dari jatuhan ketika bangunan roboh, jangan sekadar ruang terbuka,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *