KADIPATEN, RADSIK – Pemerintah Desa Kadipaten menyelenggarakan kegiatan pelatihan pada bidang ketahanan pangan bagi perwakilan masyarakat yang ada di setiap kepunduhan. Sehingga mereka bisa meningkatkan pengetahuan dalam bidang ketahanan pangan.

Kepala Desa Kadipaten Cecep Agah Nagoya mengatakan, anggaran Dana Desa Tahun 2022 direalisasikan untuk ketahanan pangan sebesar 20 persen. Kegiatannya untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi bidang perikanan, pertanian dan peternakan.

“Untuk pertaniannya di bidang budidaya jagung, cabai, bawang. Bidang perikanannya budidaya ikan nila dan untuk bidang peternakan lebih ke peternakan domba,” ujarnya saat ditemui di kantor desa, Sabtu (19/6/2022).

Cecep mengatakan, untuk program ketahanan pangan dari Dana Desa di tahap pertama semua pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan. Selebihnya, akan dilaksanakan di tahap dua. “Sebelum melaksanakan kegiatan itu, pihaknya melaksanakan pelatihan terlebih dahulu. Khususnya di bidang perikanan memperkenalkan teknis dan tata cara sistem yang harus dilakukan terutama sistem bioflok,” ujar dia.

Menurut dia, banyak masyarakat yang biasa melaksanakan kegiatan perikanan. Namun, untuk menerapkam sistem bioflok masih baru mengenal. Sehingga perlu diperkenalkan terlebih dahulu tata caranya sebelum pelaksanaan.

Kebetulan, kata dia, ini juga merupakan ajuan dari masyarakat itu sendiri, dengan memanfaatkan instruksi bahwa Dana Desa sebesar 20 persen itu harus dialokasikan untuk ketahanan pangan hewani dan nabati.

“Program ini tidak ada bisnis, tapi kami mencoba memanfaatkannya. Mudah-mudahan ke depannya bisa membesarkan budidaya perikanan dan pertanian. Sebab, potensi di sini merupakan desa yang notabennya penduduk itu merupakan para petani,” ucapnya.

Kata dia, khusus untuk perikanan disiapkan empat bioflok untuk empat kelompok ukuran 3×3 meter dengan anggaran sebesar Rp 35.000.000. Anggaran itu juga sudah termasuk peralatan benih dan pakan. “Saya harap ke depan kegiatan tersebut bisa menjadi bekal bagi masyarakat, bisa menjadi motivasi bagi masyarakat, yang terlebih lagi bisa meningkatkan ekonomi di Desa Kadipaten,” harap dia.

Iwan Setiawan, salah satu peserta menyebutkan pelatihan untuk petani ikan yang ada di Desa Kadipaten sangat bermanfaat sekali. Minimal sekarang bisa tahu teknik cara memberikan pakan, mengetahui tentang jenis pakan yang baik, tau cara budidaya yang baik, tau bagaimana panen dan materi lainnya.

“Memang bagi yang belum mengetahui tata cara menggunakan sistem bioflok ini perlu diberikan pemahaman dulu. Langsung dipraktekan di lapangan. Setidaknya sekarang cukup paham bagaimana menerapkan sistem bioflok,” kata dia. (obi)

By Midi

%d blogger menyukai ini: