BANJAR, RADSIK – Audiensi yang dilakukan perwakilan ASN guru bersertifikasi dengan Pemkot Banjar termasuk wali kota, wakil, dan sekretaris daerah terkait penghapusan tunjangan daerah (tunda) atau TPP deadlock. Belum ada kesepakatan yang disetujui bersama. Baik tuntutan para guser untuk meminta kembali TPP yang dihapus, maupun Pemkot Banjar yang belum siap mengembalikan lagi TPP sebesar Rp 1 juta per ASN guru sertifikasi.

“Rencananya memang hari Jumat (hari ini) kami akan menggelar unjuk rasa, tapi wali kota meminta kami untuk audensi saja hari ini (kemarin) di aula Setda. Dari hasil audiensi pemerintah ataupun wali kota tidak bisa mengalokasikan kembali anggaran untuk TPP, karena terbentur regulasi,” kata Koordinator Forum Guru Sertifikasi Kota Banjar Eko Herdiansyah, Kamis (25/8/2022).

Baca selengkapnya, khusus pelanggan Epaper silakan klik, Login

Belum berlangganan Epaper? Silakan klik Daftar!

%d blogger menyukai ini: