Wagub Jabar Datangi Siswi SMA Tasikmalaya Pada Kasus yang Sempat Viral

Wagub Jabar Datangi Siswi SMA Tasikmalaya Pada Kasus yang Sempat Viral
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum bertemu siswi SMA Negeri 1 Tasikmalaya yang terluka pada kasus pertengkaran dan sempat viral.
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum mendatangi rumah keluarga siswi yang mengalami luka pada kasus pertengkaran di SMA Negeri 1 Tasikmalaya dan sempat viral.

Kedatangan ke rumah siswi SMA pada kasus yang sempat viral tersebut, Wagub Jabar seolah  enggan mendapat sorotan media massa. Pasalnya ketika Radar menghubunginya, Uu mengaku sedang berada di Majalengka padahal tersebar agenda kedatangan dia ke rumah korban.

Namun dari informasi di lapangan, politisi PPP tersebut memang betul-betul mendatangi rumah siswi tersebut.

Baca Juga:604 Polisi RW di Kota Tasikmalaya Dilatih Untuk Misi KhususAwas Tertukar! Ada Dua Jadwal Pemberangkatan Jamaah Haji di Kota Tasikmalaya

Hal itu terkonfirmasi oleh Direktur Yayasan Taman Jingga Ipa Falihah. Dia menurutkan bahwa orang nomor dua di Provinsi Jawa Barat itu memang datang. “Bahkan meminta kami untuk memfasilitasi dan mendampingi,” ujarnya.

Ipa menuturkan kedatangan Uu tidak ada hal-hal yang tidak wajar. Di mana Uu berbincang sekaligus memberikan motivasi kepada anak. “Seperti yang menjenguk saja, sempat ngasih semangat juga,” katanya.

Pihaknya mengapresiasi atas kedatangannya yang mau menyempatkan diri. Bahkan keluarga korban juga menyambut baik kedatangan wagub jabar pasca . “Orang tuanya juga berterima kasih karena kedatangannya seolah menjadi obat bagi keluarga,” ucapnya.

Saat ini siswi yang mengalami luka akibat insiden tersebut berada dalam pendampingan Yayasan Taman Jingga. Pasca kejadian, dia belum kembali bersekolah sebagaimana biasanya.

Mengenai kondisi korban, Ipa Falihah menjelaskan luka yang dialami memang tidak terlalu parah. Namun tetap saja menjadi kendala untuk aktivitas kesehariannya. “Masih merasakan nyeri di area sekitar luka,” ungkapnya. Selain itu, secara psikis juga siswi tersebut menurutnya belum stabil. Meskipun tidak sempai depresi berat, menurutnya hal wajar setelah ayang yang terjadi. “Jadi perlu waktu untuk menenangkan diri juga,” katanya.

Pihak Taman Jingga sejauh ini akan terus melakukan pendampingan terhadap korban. Pihaknya berharap anak-anak bisa kembali bersekolah dan beraktivitas seperti sedia kala. “Bukan hanya korban, tapi juga untuk semua anak yang terlibat dalam kejadian kemarin,” imbuhnya.(*)

0 Komentar