UPI Tasikmalaya Kenalkan Teknik Pendidikan Fish Bone 

UPI
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Dosen PGSD UPI Kampus Tasikmalaya menyosialisasikan teknik fish bone sebagai media penalaran kausalitas kepada guru di Tasikmalaya melalui virtual, Jumat-Sabtu (24-25/11/2023).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 150 peserta mulai dari guru, mahasiswa maupun praktisi pendidikan. Diharapkan sosialisasi tersebut dapat menyumbangkan manfaat bagi para guru maupun praktisi pendidikan.

Ketua Peneliti Dian Indihadi mengatakan pendidikan homo deva di Era Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambigutility (Vuca) menjadi latar belakang pengembangan media penalaran kausalitas. Hal tersebut  ternyata penting terhadap pendidikan saat ini.

Baca Juga:Bank Indonesia Tasikmalaya Ajak Gen Z Lestarikan Budaya PrianganKompak dan Berprestasi di 20 tahun Al Muttaqin

“Karena dipandang sebagai upaya sadar dan terencana untuk menyelaraskan terhadap tuntutan perubahan kehidupan,” katanya kepada Radar, Senin (27/11/2023).

Lebih lanjut, kemampuan manusia melanjutkan evolusi, Homo deva dipandang sebagai kemampuan manusia melanjutkan evaluasi dan memenangkan masa datang. Era Vuca menjadi suatu penggambaran kondisi peradaban atau kehidupan dengan ditandai oleh kecepatan, ketidakpastian, kemajemukan dan kejelasan suatu perubahan.

“Karena hal tersebut berpengaruh signifikan kepada kemampuan penalaran kita dalam memajemen perencanaan, pelaksanaan, maupun penilaian suatu program dan kepemimpinan suatu institusi,” ujarnya.

Menambahkan, anggota Tim Peneliti Anggi Maulana menyampaikan pendidikan homo deva di Era Vuca menjadi latar belakang dilaksanakan penelitian tentang teknik Fish Bone atau Jejaring Tulang Ikan (JTI) untuk penalaran kausalitas. Dengan pendidikan homo deva ini dapat menjadi hal penting dalam membentuk, mengembangkan dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan seseorang sebagai makhluk sosial.

“Sehingga upaya tersebut difokuskan kepada; pertama, peningkatan pengetahuan. Kedua, pembentukan sikap. Dan ketiga, pengembangan keterampilan,” katanya.

Adapun temanya kegiatan sosial tersebut Penalaran Kausalitas Berbasis Pendidikan Umat dan Kearifan Budaya Lokal Melalui Teknik JTI atau Fish Bone. Teknik JTI ini dapat digunakan untuk perumusan hasil penalaran berdasarkan tema, topik, maksud, tujuan, partisipan, genre teks dan tesis dalam kata kunci disajikan dalam gambar berbentuk rangka tulang ikan mulai dari, yakni; ekor, badan dan kepala ikan.

Direktur UPI Kampus Tasikmalaya Prof Dr Heri Yusuf MPd menjelaskan, kegiatan sosialisasi yang dilakukan dosen UPI Kampus Tasikmalaya dengan teknik fish bone sebagai media penalaran kualitas kepada guru di Tasikmalaya. Hal itu sebagai suatu kewajiban bagi dosen melaksanakan sosialisasi dari hasil penelitian.

0 Komentar