Tokoh Agama Pangandaran Dikumpulkan, Bahas Soal Pinjaman ke Bank dan Kondisi Keuangan

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mengumpulkan tokoh agama Pangandaran dan alim ulama. Bupati memaparkan soal struktur APBD tahun 2024.

H Jeje Wiradinata menyebut, mengenai kondisi keuangan hingga pinjaman ke bank banyak yang  salah paham.

“Saat ini kami Pemkab Pangandaran sudah mulai melakukan safari ekspose APBD 2024 dan soal defisit anggaran yang kami alami,” katanya kepada wartawan, Senin 11 Desember 2023.

Baca Juga: Mantan Pegawai Bank di Pangandaran Gelapkan Uang Nasabah Rp 468 Juta, Modusnya Begini

Dia mengaku telah menyampaikan persoalan-persoalan mendasar yang menyebabkan defisit anggaran tersebut. “Hari ini kami bertemu perwakilan komunitas alim ulama, pesantren, muslimat, ormas Islam sebanyak 250 orang,” ungkapnya.

Pihaknya telah menyampaikan secara terbuka struktur APBD 2024 secara terbuka dan sumber pendapatan asli daerah (PAD) kepada tokoh agama Pangandaran dan alim ulama. “Terkait alasan dan penyebab defisit itu sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, safari bertemu elemen masyarakat bukan yang pertama. Beberapa waktu lalu juga dikumpulkan masyarakat, tokoh pemuda, kepala SKPD hingga perangkat desa di salah satu hotel di Pantai Pangandaran.

Baca Juga: Pemkab Ajak Pokdarwis Kabupaten Pangandaran Menata Pariwisata, Bupati: Penataan Wisata Belum Maksimal

“Dengan kejadian hari ini menjadi pelajaran buat kami untuk ke depannya. Bahwa setiap kebijakan perda atau kebijakan strategis yang menyangkut perubahan mendasar akan kami sosialisasikan sebelumnya,” ucapnya.

Bupati Paparkan Kondisi Keuangan ke Tokoh Agama

H Jeje Wiradinata menerima masukan, kritikan dan saran dari masyarakat. Apalagi kepedulian terhadap pembangunan Pangandaran.

“Kan ada tiga kategori masyarakat, ada yang penting program berjalan seperti kesehatan, infrastruktur dan pendidikan, yang lainnya urusan pemda. Kedua ada masyarakat yang bodo amat dan masyarakat kelas menengah yang mau menanyakan dan skeptis. Ya harus kami terima semuanya,” ucapnya.

Pihaknya berharap semua bisa tersampaikan ke bawah, khususnya berbagai elemen masyarakat. “Mungkin minggu depan akan safari lagi menyampaikan kepada para ketua RT dan RW,” jelasnya.

Dalam pemaparan bersama tokoh agama, bupati Pangandaran mengatakan PAD Kabupaten Pangandaran menurun hingga Rp 9,5 miliar akibat Covid-19. “Dana transfer menurun hingga Rp 137,9 miliar,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *