BANJAR, RADSIK – Para petani menuntut solusi dari dampak pengeringan air akibat adanya proyek normalisasi irigasi yang dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Petani menginginkan air supaya tanaman padi mereka tidak gagal panen.

Tercatat, ada sekitar 1.200 hektare sawah yang terancam gagal panen lantaran sumber air dari irigasi yang mengaliri sawah mereka dikeringkan. “Kami meminta agar aliran air itu segera dibuka supaya petani bisa panen. Karena kan tadinya juga sepakat untuk buka tutup air dalam jarak waktu 15 hari, tapi ini malah ditutup total,” kata Ketua HKTI Kota Banjar Kusnadi melalui sambungan telepon, Kamis (1/9/2022). Pihaknya mendesak agar saluran irigasi yang mengaliri air ke sawah milik petani segera dibuka.

Baca selengkapnya, khusus pelanggan Epaper silakan klik, Login

Belum berlangganan Epaper? Silakan klik Daftar!

%d blogger menyukai ini: