CIHIDEUNG, RADSIK – Pengerjaan rekonstruksi di Jalan HZ Mustofa terus dikebut. Beberapa sarana yang dibangun, terutama fasilitas bagi penyandang disabilitas pun diupayakan lebih representatif di semi pedestrian tersebut.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Tasikmalaya Wenda Krisnawan menuturkan, jalur khusus disabilitas mulai diminimalisir gangguannya. Salah satunya, tersisa tiang listrik di jalur tersebut dan dalam waktu dekat akan segera dipindahkan.

“Jadi memang pekerjaan di lapangan sudah 70 persen sekian yang dikerjakan. Untuk jalur HZ memang kalau dilihat hari ini ada tiang-tiang listrik di area pejalan kaki. Tapi sebenarnya utilitas jalur tiang komunikasi kabelnya sudah dipindahkan ke ducting,” tuturnya kepada wartawan, Selasa (6/9/2022).

Hanya saja, kata dia, tiang PLN jalurnya masih disesuaikan untuk kelancaran dari jalur kuning bagi pejalan kaki penyandang disabilitas. “Insya Allah tak ada jalur yang nabrak tiang seperti itu ke depannya. Jalur-jalur di situ tinggal yang PLN. Kalau komunikasi semua sudah ducting. Beberapa titik tiang-tiang utilitas tadi malam sudah mulai dicabut,” jelas dia.

Disaat semua pekerjaan rampung pada Oktober, pihaknya memastikan semi pedestrian akan nyaman digunakan. Baik bagi pejalan kaki secara umum termasuk penyandang disabilitas pada jalurnya. “Kalau untuk jembatan penyeberangan jalan memang belum ada rencana mengarah ke sana. Hanya, kita akan siapkan untuk jalur menyeberang jalan. Termasuk juga akan disiapkan jalur untuk kursi roda,” tutur Wenda.

Penyandang disabilitas di Kota Tasikmalaya pun berharap tiang listrik di tengah jalur jalan kaki mereka dapat segera ditertibkan. Pasalnya lokasi tiang itu tepat berada di tengah jalur jalan kaki disabilitas. “Sejak lama di HZ Mustofa memang sudah ada untuk kami berjalan. Seperti di Bandung. Tapi di jalurnya ada tiang,” ujar Ketua DPC Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kota Tasikmalaya, Usman Supriatman.

Usman bercerita, ketika berjalan kaki di lokasi semi pedestrian HZ sempat menabrak tiang listrik. Ia berharap selagi tahap pengerjaan berlangsung, pemkot dapat memperbaiki jalur pejalan kaki disabilitas yang terhalang tiang listrik. “Harapan saya mudah-mudahan dapat diperbaiki lagi. Juga saya harap di HZ ada lokasi penyeberangan jalan atau untuk kami. Supaya kami tak kesulitan saat menyeberang,” harap dia. (igi)

%d blogger menyukai ini: