Forkob Kabupaten Tasikmalaya Deklarasikan Diri Majukan Daerah

SINGAPARNA, RADSIK – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama Forum Komunikasi Organisasi Bersatu (Forkob) mendeklarasikan diri untuk memajukan Kabupaten Tasikmalaya dalam berbagai aspek, salah satunya investasi dengan menciptakan kondusivitas daerah, Selasa (7/6/2022).

Selain itu, Forkob juga akan mengawal kebijakan pemerintah yang tidak menyentuh kepada masyarakat. Termasuk memberikan saran dan kritik yang membangun.

Ada lima poin pernyataan sikap bersama dari Forkob, yaitu pertama siap menjadi pelopor sadar Kamtibmas untuk mewujudkan Kabupaten Tasikmalaya kondusif, damai, aman dan nyaman.

Kedua siap bersama TNI/Polri untuk menangkal paham radikalisme dan intoleran demi keutuhan NKRI melalui penguatan ideologi Pancasila. Ketiga siap mendukung pihak aparat penegak hukum dalam penegakan supremasi hukum di Kabupaten Tasikmalaya pemberantasan narkoba dan pemberantasan tindak pidana korupsi.

Keempat siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mensukseskan pembangunan dengan tetap bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah. Kelima siap menjadi figur dan figura pemersatu organisasi masyarakat dan LSM di Kabupaten Tasikmalaya dan tetap akan independen tidak berafiliasi dengan partai politik manapun.

Ketua Forum Komunikasi Organisasi Bersatu (Forkob) Arief Sudrajat SPd berterima kasih kepada Kapolres Tasikmalaya, Dandim 0612 Tasikmalaya dan pimpinan-pimpinan ormas yang tergabung melalui Forkob.

Termasuk kepada Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto, Sekda Mohamad Zen dan muspida lainnya yang telah hadir serta seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan acara deklarasi ini. “Semoga kebaikannya dibalas Allah SWT. Saya sangat terharu juga bahagia dengan terselenggaranya deklarasi ini. Semoga menjadi awal yang baik untuk perubahan Kabupaten Tasikmalaya ke depannya,” kata Arief kepada Radar.

Dia menambahkan, dengan deklarasi bersama ini akan lebih baik dalam membangun sinergitas mewujudkan kondusivitas daerah dengan bersatu dan berdaulat. “Semoga saya bisa mengemban amanah ini dengan baik. Dengan bersatu pasti bisa,” tambah dia.

Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto SIP mengatakan, sangat mengapresiasi atas inisiasi dan deklarasi forum gabungan ini. Dia berharap apa yang diikrarkan ini betul-betul dapat dilaksanakan, bisa bersatu dan bersinergi dalam rangka menciptakan kondusivitas.

“Kami dari pemerintah daerah mengapresiasi ini sebagai bagian dari upaya untuk membangun komunikasi publik jauh lebih baik,” kata Ade, menjelaskan.

Dia menyebutkan, dengan adanya kondusivitas dan sinergi ini, pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan daerah lebih baik, transparan, akuntabel dan dapat dirasakan oleh masyarakat.

Termasuk, lanjut dia, kondusivitas bagi masyarakat harus dijaga. Kritik dan saran atas penyelenggaraan pembangunan dapat dilakukan dengan cara berkomunikasi. “Kami akan buka itu, dan teman-teman ormas bisa memanfaatkan itu, untuk mengapresiasikan dirinya. Memperjuangkan tujuannya, serta pada akhirnya tentu kemaslahatan bagi masyarakat mudah-mudahan bisa tercapai,” ungkap dia.

Pemerintah daerah, tegas dia, tidak tuli akan kritik, justru sangat membutuhkan saran dan masukan. Jauh yang dibutuhkan adalah kritik yang solutif. “Kalau masalahnya hanya sekadar A kurang, B salah, saya kira semua orang bisa. Artinya kritik yang solutif, kan dari masyarakat bagi masyarakat,” tambah dia.

Komandan Kodim (Dandim) 06/12 Tasikmalaya, Letkol Inf Ari Sutrisno SIP mengatakan, pihaknya menyambut baik dengan terbentuknya Forkob ini, di mana yang selama ini pemikiran masih idealisme terhadap organisasi masing-masing. “Hari ini bisa kita persatukan dalam satu forum. Nah, forum ini bukan suatu organisasi kaderisasi, tetapi sebagai forum silaturahmi,” jelas dia.

Lewat forum ini, kata dia, bisa bertukar pikiran, bagaimana berpikir untuk kemajuan Kabupaten Tasikmalaya. Tentunya sebagai mitra pemerintah, walaupun itu secara krisis. Tetapi disampaikan dengan cara-cara yang arif. Posisi Kodim dengan Polres Tasikmalaya, menjadi dewan kehormatan, karena tidak mungkin terlibat dalam organisasi struktural.

“Jadi kami sebagai dewan kehormatan, memberikan masukan, mengingatkan mereka apabila ada hal-hal yang sudah tidak lagi sesuai dengan komitmen deklarasi yang dilakukan, jadi kita luruskan,” kata dia.

“Mudah-mudahan yang selama ini mungkin organisasi ini erat kaitannya dengan kepentingan politik atau yang lainnya, hari ini bisa disatu visikan, supaya mereka nanti ke depannya tidak lagi terkait dengan kepentingan. Mereka bisa independen, murni sebagai pengawal kebijakan pemerintah daerah,” tambah dia.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Rimsyahtono mengapresiasi terbentuknya Forkob Kabupaten Tasikmalaya untuk mengawal Tasikmalaya menjadi kondusif dan ramah investasi. Sehingga bisa menghilangkan kesan bahwa Tasik ini anti inventasi, kemudian membantu polisi menjaga kondusivitas.

“Kita (Polres Tasikmalaya) sebagai pembina, jadi kita mengawasi. Kalau mereka hal-hal kurang baik kita bisa menegurnya. Koordinasinya bisa satu pintu, lebih mudah,” ujarnya. (dik/yfi)

%d blogger menyukai ini: