Soal Pasangan di Pilkada Kota Tasikmalaya 2024, H Yusuf Mengaku Tertarik dengan Seorang Figur

H Yusuf Akui Sudah Punya Figur yang Dilirik Untuk Jadi Pasangan di Pilkada 2024 Kota Tasikmalaya
H M Yusuf diwawancarai usai menghadiri silaturahmi H Yod Mintaraga dengan Caleg Golkar Dapil 2 di Kantor DPD Golkar Kota Tasikmalaya, Rabu (29/11/2023)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – H M Yusuf sudah mulai sebagai kandidat Bakal Calon Wali Kota Tasikmalaya dari Partai Golkar mengaku tertarik dengan seorang figur untuk dijadikan pasangan di Pilkada 2024. Namun pihaknya perlu fokus di Pileg dulu supaya bisa lebih percaya diri.

Untuk maju di Pilkada, seorang politisi butuh figur pasangan untuk menggapai kursi Wali Kota dan Wakilnya. Begitu juga H M Yusuf yang sudah mulai melirik figur-figur yang menurutnya cocok untuk menjadi pasangannya.

Meskipun Pilkada masih jauh, H M Yusuf mengaku komunikasi dengan parpol lain tetap berjalan. Termasuk komunikasi mengenai figur yang cocok menjadi pasangan di Pilkada. “Tapi saya belum memberikan sein,” ujarnya kepada Radartasik.id usai menghadiri silaturahmi antara H Yod Mintaraga dengan Caleg Partai Golkar Dapil 2 Kota Tasikmalaya, Rabu (29/11/2023).

Baca Juga:Kadin Kota Tasik Sebut Pihak Ketiga Bakal Lebih Bertanggung Jawab Dalam Mengelola Parkir Tepi JalanKejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya Hancurkan Barang Bukti, Didominasi Obat dengan Jumlah 4.699 butir

Tidak dipungkiri H Yusuf, dirinya sudah punya ketertarikan dengan salah seorang figur untuk dijadikan pasangan di Pilkada nanti. Namun untuk sementara ketertarikan itu baru sebatas dia pendam sendiri. “Ada sih, tapi enggak akan dulu disebutkan,” terangnya.

H Yusuf mengaku saat ini pihaknya masih menunggu survei untuk elektabilitasnya. Supaya bisa menjadi dasar untuk kerja politiknya serta menentukan calon pasangannya. “baru survei kedua, menunggu hasil survei ketiga,” ucapnya.

Di samping itu pihaknya juga tidak ingin kecolongan di Pileg di mana Golkar harus menambah kursi. Karena hal itu akan menambah kepercayaan diri dan daya jualnya secara politik. “Target Golkar saja dulu agar jumlah kursi bertambah, targetnya nambah jadi 9 kursi,” tuturnya.

Pihaknya pun meminta para caleg Golkar untuk bergerak secara masif namun jangan bikin malu partai. Salah satunya dengan melanggar aturan kampanye yang sudah ditetapkan oleh penyelenggara apalagi jika sampai dipidana. “Kalau pidana kan juga mencemarkan partai,” terangnya.

Selain bergerak untuk Pileg, pihaknya juga wajib untuk mengampanyekan Capres-Cawapres Prabowo-Gobran. Dadlam hal ini pihaknya sudah melakukan konsolidasi dengan partai yang ada di Koalisi Indonesia Maju. “Kebetulan di koalisi indonesia maju Golkar menjadi sekretaris, ketuanya diambil dari Gerindra, susunan pengurusnya para ketua partai jadi walik ketua Tim Pemenangan,” katanya.

0 Komentar