Direktur RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya dr H Aa Ahmad Nurdin MM menjelaskan, pihaknya sudah memenuhi 30 persen ketersedian bed bagi isolasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Dua ruangan Sofa dan Jabal Nur sudah mulai terisi oleh pasien terkonfirmasi positif. Sementara ruangan Arafah dipersiapkan ketika ada lonjakan kasus Covid-19.

“Jadi untuk ketersediaan bed sudah 30 persen dari total keseluruhan sesuai amanat Surat Edaran Kemenkes RI. Jadi setiap rumah sakit harus mengkondisikan atau mengalokasikan tempat tidur untuk pasien Covid-19,” ujarnya.

Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Medis RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya dr Sudaryan mengatakan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 sudah mempersiapkan ruangan isolasi. Hasil sampel pemeriksaan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang dirawat di RSUD SMC, sudah bertahap dikirim ke Laboratorium kesehatan (Labkesda) Provinsi Jawa Barat.

“Namun, karena ada keterbatasan, pemeriksaan seluruh daerah ke Labkesprov Jabar, maka hasilnya yang dari Kabupaten Tasikmalaya masih belum keluar. Untuk memastikan apakah terkonfirmasi Omicron atau tidaknya,” ujarnya.

Lanjyut dia, sebanyak 26 tempat tidur di ruang Sofa, 15 di ruangan Jabal Nur dan 26 di ruang Arafah. Selain 67 bed, RSUD menyiapkan juga 12 bed untuk pasien pemeriksaan rapid antigen test (RAT) juga mendeteksi dan memastikan positif atau negatif Covid-19 di ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Triase.

Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Keperawatan RSUD SMC Reta Restikawati menambahkan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 ini, rata-rata tidak terlalu lama menjalani isolasi atau perawatan di RSUD SMC. “Rata-rata di bawah lima hari, banyak pasien yang hasil pemeriksaan medisnya bagus sehingga diperbolehkan isolasi mandiri di rumahnya selama 10 hari,” tambah dia. (dik/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: