Siswa SDN Sirnagalih Tasikmalaya Mengolah Sampah Jadi Karya Seni Bermanfaat

SDN Sirnagalih
Kepala SDN Sirnagalih Tasikmalaya Euis Yeti SPd bersama guru saat melihat hasil karya siswa yang mengolah sampah menjadi hasil karya seni yang bermanfaat. (Diki Setiawan/Radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – SDN Sirnagalih Tasikmalaya melaksanakan kegiatan gelar karya sebagai implementasi dari program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), dan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM).

Tema yang diangkat dalam gelar karya tersebut adalah Gaya Hidup Berkelanjutan dengan Mengolah Sampah Menjadi  Karya Seni yang Bermanfaat. Selain siswa kelas 1-6 yang mengikuti gelar karya tersebut juga terlibat dalam kegiatan komite sekolah, guru dan orang tua siswa.

Kepala SDN Sirnagalih Tasikmalaya Euis Yeti SPd mengatakan, SDN Sirnagalih mengadakan gelar karya sebagai implementasi dari program P5 dan kurikulum merdeka.

Baca Juga:Yuk Liburan di Istana Salju Mayasari Plaza, Wahana Seru dan EdukatifYayasan Saung Pinter Tasikmalaya Membangun Karakter Anak dengan Outbound

Menurutnya, kegiatan gelar karya ini dilaksanakan pada akhir semester ganjil. Adapun tujuan diadakannya gelar karya P5 ini untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter peserta didik sesuai profil pelajar Pancasila.

“Dengan tema gaya hidup berkelanjutan, siswa belajar dan berinovasi untuk mengolah sampah menjadi karya seni yang bermanfaat dan bernilai,” terang Euis, kepada Radar.

Dia menyebutkan, momen gelar karya P5 atau biasa disebut dengan pameran karya merupakan wadah yang tepat untuk merayakan keberhasilan peserta didik.

“Di sini, masing-masing siswa (individu/kelompok) akan menunjukkan produk atau bakat sesuai tema proyek. Sementara, guru, orang tua, dan audience lainnya menyaksikan pertunjukkan sebagai bentuk apresiasi,” terang dia.

Dengan begitu, ungkap dia, diharapkan siswa akan merasa usaha kerasnya sangat dihargai. Sehingga, mereka akan semakin giat dalam proyek P5 selanjutnya.

Manfaat lainnya, tambah dia, siswa bisa meningkatkan kepercayaan dirinya. Selain peserta didik, kepercayaan orang tua juga akan meningkat. Ini karena orang tua juga melihat sendiri bagaimana putra-putrinya beraksi dalam ajang pameran karya.

Apa yang ada dalam gelar karya adalah hasil belajar peserta didik. Hasil belajar tersebut menjadi bukti konkrit bahwa peserta didik sangat bersungguh-sungguh selama proses pembelajaran. Sehingga, orang tua menaruh kepercayaan lebih terhadap pihak sekolah.

Baca Juga:SMAN 10 Tasikmalaya Raih 21 Medali Perisai Diri Walikota CupOptimistis Iklim Usaha Membaik, Plaza Asia Tasikmalaya Sukses Gelar Pesta UMKM

Dia berharap, melalui gelar karya ini, siswa dapat meningkatkan keterampilan, sikap dan pengetahuan serta dapat membentuk siswa yang mandiri, kreatif dan berjiwa gotong royong.

0 Komentar