BANJAR, RADSIK – Sekertaris Dinas Perhubungan Kota Banjar Fera Mada Pratama SSos, MSi mengatakan, Dinas Perhubungan berencana merubah sistem pembayaran dari yang tetap atau flat atau abodemen menjadi meteran. Ini dilakukan untuk efisiensi anggaran yang harus dikeluarkan Dishub untuk listrik PJU di Kota Banjar.

“Pembayaran bulan terakhir mencapai Rp 300 jutaan, memang betul ada kenaikan. Semakin ke sini ada kenaikan terus, awalnya sekitar Rp 240 sampai Rp 250 jutaan per bulan. Kenaikan juga bertambah seiring dengan adanya penambahan jumlah PJU yang baru selesai dipasang akhir tahun 2022,” tutur Fera Mada Pratama.

Menurutnya, listrik flat atau abonemen meski kondisi PJU mati tetap harus dibayar. “PJU tidak berfungsi juga tetap harus dibayar karena sistemnya abodemen,” ujar Fera.

Baca selengkapnya, khusus pelanggan Epaper silakan klik, Login

Belum berlangganan Epaper? Silakan klik Daftar!

%d blogger menyukai ini: