Cheka Berencana Buka Shelter Khusus untuk Laporan Kekerasan Seksual di KATASIK

Shelter
Pj Wali Kota Tasikmalaya saat menghadiri acara P2WKSS di Mangkubumi foto: Ayu Sabrina
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Penjabat Wali Kota Tasikmalaya, Dr Cheka Virgowansyah berencana membuka pos khusus untuk pelaporan kasus kekerasan seksual (KS) , di setiap Lorong Katasik (Kawasan Tematik).

Cheka melihat realitas hari ini, bahwa penyintas sukar melapor salah satunya karena keterbatasan pos aduan.

“Sekarang, kalau ada kekerasan terhadap perempuan dan anak masih bingung cari pengaduannya ke mana. Maka, shelter-shelter itu ada di setiap Katasik,” ungkapnya.

Baca Juga:Waspadai Kanker Serviks, GOW Beri Penyuluhan dan Tes IVA Bagi PerempuanPulihkan Daerah Aliran Sungai, 1000 Pohon Ditanam Serentak di Jabar

Awalnya, konsep dari Katasik itu untuk menarik wisatawan berkunjung ke Kota Tasikmalaya. di setiap kawasan pengunjung bisa melihat produk unggulan khas seperti payung geulis hingga kelom geulis. Tetapi kini, pos pengaduan KS pun akan dibuat di sana.

“Program ini juga untuk memberikan ruang untuk perempuan-perempuan Kota Tasikmalaya untuk berekspresi, yang disebut dengan Katasik (Kawasan Wisata Tematik). Di kawasan ini, khusus untuk Dinas KB, itu memiliki shelter,” paparnya.

“Shelter itu untuk pengaduan, kekerasan terhadap anak, perempuan, juga bisa dilaporkan. Jadi, Katasik itu kawasan, gang, lorong, yang disulap jadi tempat wisata, di samping itu juga ada shelter KB gunanya untuk pelaporan,” kata Cheka menjelaskan.

Rencananya, Katasik akan dibuat di 10 kecamatan yang ada di Kota Tasikmalaya. Bahkan, Cheka berencana untuk menambah Katasik sembilan kali lipat lebih banyak pada tahun 2024.

“Harapannya, tahun ini setidaknya ada 10 Katasik. Tahun depan rencana, 99 titik Katasik. Jadi, akan ada 99 titik tempat pelaporan untuk kekerasan terhadap anak dan perempuan,” ujarnya.

Bukan tanpa alasan dirinya memprioritaskan pos aduan KS, ia menyampaikan pentingnya peran dan kehormatan perempuan dalam pemerintahan.

“Kalau kita lihat, beberapa ruang yang ada terutama kegiatan sosial dan kesehatan itu rata-rata banyak dipandu oleh ras terkuat bumi yaitu perempuan,” ucap Cheka.

Baca Juga:Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis Baru Tahu Ada Tenaga Pendidik Terpapar HIVTempat Pembuangan Sampah Liar Tidak Terpetakan, Bidang Kebersihan DPRKPLH Ciamis Hanya Bisa Tunggu Laporan

“Program kita, kebanyakan yang menyiapkan dan membuat berjalan adalah hasil dari ras-ras terkuat di bumi, perempuan. Seandainya, perempuan tidak diajak dengan sungguh-sungguh, biasanya kegiatannya hanya selesai waktu itu juag, tidak berjalan lagi,” pungkasnya. (Ayu Sabrina B)

0 Komentar