TASIK, RADSIK – Sebagian orang tua berharap putra putrinya bisa diterima di sekolah favorit. Maka dari itu, tidak heran jika seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) mayoritas siswa memburu sekolah-sekolah favorit di Kota Tasikmalaya.

Makna favorit ini, masyarakat mengasumsikan sekolah tersebut bermutu tinggi dalam mencetak lulusan-lulusan terbaik. Bahkan tak jarang, lulusan dari sekolah favorit ini menjadi orang-orang hebat yang berpengaruh.

Baca selengkapnya, disini

Pantauan Radar, data pendaftaran PPDB 2022 SMA di Kota Tasikmalaya untuk jalur non zonasi hari terakhir pendaftaran pada Jumat (10/6/2022). Hasilnya masyarakat masih mendominasi yang mendaftar dari jalur prestasi dan jalur rapor di SMAN 1 Tasikmalaya, SMAN 2 Tasikmalaya dan SMAN 5 Tasikmalaya.

SMAN 1 Tasikmalaya memiliki kuota jalur ABK 24 terisi 23. Jalur KETM 41 terisi 49, jalur kondisi tertentu 6 terisi 5, jalur perpindahan orang tua/anak guru 19 terisi 20 , jalur prestasi kejuaraan 51 terisi 61, jalur prestasi rapor 36 terisi 259.

SMAN 2 Tasikmalaya memiliki kuota jalur ABK 12 terisi 6. Jalur KETM 45 terisi 106, jalur kondisi tertentu 19 terisi 35, jalur perpindahan orang tua/anak guru 19 terisi 40, jalur prestasi kejuaraan 38 terisi 57, jalur prestasi rapor 57 terisi 390.

SMAN 5 Tasikmalaya memiliki kuota jalur ABK 11 terisi 0. jalur KETM 47 terisi 124, jalur kondisi tertentu 19 terisi 9, jalur perpindahan orang tua/anak guru 19 terisi 29, jalur prestasi kejuaraan 32 terisi 69, jalur prestasi rapor 64 terisi 514.

Berbeda dengan yang lain, SMAN 6 Tasikmalaya memiliki kuota jalur ABK 12 terisi 0. jalur KETM 51 terisi 120, jalur kondisi tertentu 21 terisi 12, jalur perpindahan orang tua/anak guru 21 terisi 14 , jalur prestasi kejuaraan 42 terisi 19, jalur prestasi rapor 63 terisi 188.

Sedangkan SMAN 8 Tasikmalaya memiliki kuota jalur ABK 2 terisi 23. jalur KETM 69 terisi 49, jalur kondisi tertentu 1 terisi 0, jalur perpindahan orang tua/anak guru 18 terisi 3 , jalur prestasi kejuaraan 36 terisi 3, jalur prestasi rapor 54 terisi 74.

Siswa Kelas IX SMPN 1 Kota Tasikmalaya Nasya Rosmayanti mengatakan, penting memilih pendidikan yang bagus mutunya dan mampu membina potensi yang dimilikinya. Oleh karenanya, dalam jalur non zonasi, dia memilih SMAN 5 Tasikmalaya dan SMAN 4 Tasikmalaya.

“Saya masuk jalur prestasi rapor dengan memilih dua sekolah. Dengan pilihan pertama SMAN 5 Tasikmalaya dan pilihan kedua SMAN 4 Tasikmalaya,” katanya kepada Radar, Jumat (10/6/2022).

Ketika Nasya memilih, ingin masuk ke SMAN 5 Tasikmalaya. Karena mau lebih maju dan mengasah potensi seni tarinya yang pernah mendapatkan juara kesatu FLS2N Kota Tasikmalaya, juara kedua FLS2N Provinsi Jawa Barat, dan juara satu FLS2N Nasional.

“Untuk pandangan sekolah sama saja. Namun lebih percaya diri dan bisa maju di SMAN 5 Tasikmalaya, serta bisa menyalurkan potensi tari saya,” ujarnya.

Saat ditanya apakah optimis masuk ke SMAN 5 Tasikmalaya? Dia pun yakin bisa masuk. Karena dari pengamatannya, kuota 64 jalur prestasi rapor memungkinkan dapat masuk. “Yakin bisa masuk melalui jalur prestasi rapor, karena nilai rapor di atas 95 dan ditambah prestasi tari, sehingga masuk minimal 10 besar,” katanya.

Senada, Siswa SMPN 2 Kota Tasikmalaya kelas IX G Tiara Sintia Putri menyampaikan dalam memilih melanjutkan pendidikan tidak ingin asal-asalan. Namun yang memiliki kualitas yang bagus, oleh karenanya memilih SMAN 1

Tasikmalaya dan SMAN 5 Tasikmalaya, dengan jalur prestasi rapor. “Memang di SMAN 1 dan 5 Tasikmalaya adalah sekolah favorit. jadi nanti ikut-ikutan pintar untuk mendapatkan prestasi yang lebih baik,” ujarnya.

Dia pun percaya diri, masuk dengan jalur prestasi rapor di SMAN 1 dan 5 Tasikmalaya yang notabene diminati semua pelajar. “Optimis bisa masuk salah satu sekolah tersebut karena nilainya lumayan dengan nilai rata-rata rapor 8.9-an,” katanya.

Lalu, kalau pun tidak masuk. Dia akan pakai jalur zonasi. “Karena rumahnya dekat dari sekolah, kalau tidak masuk bisa pakai jalur zonasi,” ujarnya.

Ketua PPDB SMAN 1 Tasikmalaya yang juga Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Tasikmalaya Drs Akuh SPd MPd mengatakan, setelah dibukanya PPDB 2022 tahap pertama, dengan jalur non zonasi SMAN 1 Tasikmalaya. Dari awal pembukaan 6 Juli hingga penutupan 10 Juli, setiap harinya ada peningkatan.

“Pendaftaran tahap pertama PPDB SMAN 1 Tasikmalaya secara umum meningkat. Dengan target 700 pendaftar,” katanya.

Dengan hasil itu, ia pun menganggap pelaksanaan tahap pertama tidak ada kendala. Lalu, di sekolah pun sudah mendapatkan monitoring dari Tim Saber Pungli, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Tasikmalaya dan pengawas sekolah.

“Sampai hari lancar pelaksanaan tahap pertama dan saya laporkan juga tidak ada yang nitip,” ujarnya.

Selanjutnya, bagi yang memilih jalur prestasi kejuaraan, seperti seni, olahraga, hafiz dan sains akan dilakukan tes uji kompetensi, jadwal dilakukan 13-17 Juni dan 20 Juni diumumkan. “Bagi yang memilih jalur prestasi kejuaraan diharapkan hadir dalam uji kompetensi. Nantinya kalau tidak bisa hadir memengaruhi hasil,” katanya.

Panitia PPDB SMAN 5 Tasikmalaya Senja Wijaya Rahmat mengaku dalam PPDB 2022, untuk jalur non zonasi peningkatannya tiga kali lipat tahun lalu jumlah pendaftarannya.

“Misalnya untuk jalur prestasi rapor saja bisa mencapai 500 lebih pendaftaran. Itu ternyata tiga kali lipat lebih banyak daripada tahun lalu,” ujarnya.

Semuanya jalur non zonasi, perkiraan ada 700 pendaftar. Padahal untuk tahap satu dibutuhkan hanya 190 siswa. Selain itu, dia pun mengingatkan untuk yang khusus jalur prestasi non akademik diminta mempersiapkan dirinya untuk melakukan uji kompetensi. Sebab saat tidak datang pada jadwal 13-17 Juni untuk uji kompetensi dianggap mengundurkan diri.

“Karena uji kompetensi ini memastikan sesuai dengan sertifikat yang dilampirkan,” katanya. (riz)

[/memberonly]

By Midi

%d blogger menyukai ini: