SDN Panyingkiran Tasikmalaya Membentuk Generasi yang Gemar Sains

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – SDN Panyingkiran Tasikmalaya melaksanakan program Komunitas Sains dan Teknologi Kelas 4 atau Intel 4 untuk siswa-siswi kelas 4.

Komunitas Intel 4 merupakan program kokurikuler yang mengembangkan Sains dan Teknologi yang memegang peranan penting dalam kehidupan dan dijadikan tolak ukur kemajuan sekolah.

Kepala SDN Panyingkiran Tasikmalaya Elis Mulyati SPd menjelaskan bahwa program komunitas Intel 4 adalah program kokurikuler dengan target program siswa kelas 4.

“Sehingga dinamakan komunitas Intel 4 sebagai lahirnya generasi awal komunitas sains dan teknologi di SDN Panyingkiran Kota Tasikmalaya,” terang Elis, kepada Radar.

Program Komunitas Intel 4 ini, kata dia, terus berkembang sehingga tahun depan akan muncul komunitas Intel 5 atau kelas 5 yang telah dibekali kepemimpinan siswa. “Untuk mengembangkan program pembentukan komunitas Intel 4 atau kelas 4 dan seterusnya sampai  komunitas Intel 6 atau kelas 6,” jelas dia.

Guru SDN Panyingkiran Tasikmalaya yang memegang Program Komunitas Intel 4 Ipan Kodar Solihat SPd menjelaskan, latar belakang, diadakan nya program Komunitas Intel 4 ini, pertama karena sains dan teknologi memegang peranan penting dalam kehidupan dan dijadikan tolak ukur kemajuan sekolah.

Baca juga: SDN Panyingkiran Tasikmalaya Apresiasi Siswa yang Banyak Baca Jadi Agen Literasi

Kedua, lanjut dia, kesamaan minat, suara, dan pilihan siswa kelas 4 yang kemudian diapresiasikan dengan membuat suatu wadah atau komunitas. Ketiga aset SDN Panyingkiran yang memadai. “Aset SDN Panyingkiran itu berbagai alat peraga KIT IPA, 14 crome book, internet, dan 2 LED TV Board,” jelas dia.

Keempat, kepemimpinan murid perlu dikembangkan dalam program yang berpihak pada murid untuk membentuk enam karakter profil pelajar Pancasila.

Tujuan kegiatan program ini, tambah dia, terbentuknya komunitas sains dan teknologi sebagai generasi awal cikal bakal kepemimpinan siswa SDN Panyingkiran. Kemudian, lanjut dia, menghasilkan murid yang mampu menguasai, mengembangkan dan menerapkan sains dan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

“Kemudian terbentuknya karakter bernalar kritis, mandiri dan kreatif,” paparnya. Langkah-langkah pembentukan program ini, tambah dia, pertama mengidentifikasi minat murid melalui kegiatan diskusi dengan murid.

Mengusulkan program komunitas Intel 4 ke kepala sekolah, berdiskusi bersama rekan sejawat dan studi komparatif ke sekolah lain tentang program sains dan teknologi yang relevan. “Termasuk murid mencari referensi materi kegiatan komunitas sains dan teknologi di sekolah lain melalui jaringan internet,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *