SD Yos Sudarso Tasikmalaya Cetak Siswa Literat Lewat Pameran Literasi

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – SD Yos Sudarso Tasikmalaya menggelar pameran Literasi di Ruang Aula Lantai 3 SD Yos Sudarso, Rabu (17/1/2024). Dalam pameran tersebut siswa bersama guru menampilkan hasil review buku, karya puisi, pantun, cerpen, carpon, best practice dan video mendongeng.

Kemudian video mendongeng keagamaan, video literasiku, video testimoni, video kunjungan ke perpustakaan kota, video permainan tradisional, kajian ayat, diorama dunia baca, dan launching buku.

Peserta yang hadir dalam pameran literasi ini ada sekitar 400-an orang. Kegiatan ini terlaksana atas kolaborasi kegiatan belajar bersama SDN 1 Pengadilan.

Adapun pengunjung dalam pameran literasi ini ada dari guru-guru sekolah SD dan SMP di Kota Tasikmalaya. Kegiatan pameran ini dibuka oleh Pengawas sekolah Asep Supriadi SPd MPd. Dihadiri juga oleh Samuel sebagai fasilitator sekolah penggerak SD Yos Sudarso.

Kepala SD Yos Sudarso Tasikmalaya Margaretha Yunita Hartanti SKom mengatakan, dalam acara pameran literasi ini, SD Yos Sudarso launching buku, dengan judul Berbeda Mengapa Tidak? karya kepala sekolah, guru, dan anak-anak duta literasi.

Baca juga: Disdik Kota Tasikmalaya Minta Sekolah Terapkan Kurikulum Merdeka

Menurutnya, SD Yos Sudarso Tasikmalaya sebagai pelopor gerakan literasi di Kota Tasikmalaya, tetap konsisten menjadikan literasi sebagai program unggulan.

Dengan program rutinnya, kata dia, sekolah melaksanakan kegiatan membaca buku, membuat review buku, membuat karya sajak, puisi, cerpen dan membuat video cerita fiksi. “SD Yos Sudarso sendiri Desember 2023 lalu sudah menghasilkan karya buku, berjudul Berbeda Mengapa Tidak? hasil kolaborasi kepala sekolah, guru dan duta literasi sekolah,” terang Yunita, kepada Radar.

Tujuan pameran literasi ini, jelas dia, sekolah ingin memberikan apresiasi kepada warga sekolah dari hasil dan karya literasi yang telah dibuat.

Kemudian, lanjut dia, mengasah kemampuan publik speaking menjawab pertanyaan dan dapat berkomunikasi dengan baik kepada pengunjung yang hadir.

“Sekolah ingin menularkan kecintaan kepada anak-anak dan guru-guru lain di Kota Tasikmalaya hingga menjadi pribadi yang literat,” ungkap dia.

Dia berharap, warga sekolah, khususnya anak-anak semakin mencintai literasi, dengan membaca akan membuka cakrawala, dan dengan menulis akan meningkatkan keterampilan berliterasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *