RAJAPOLAH, RADSIK – Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya menerima laporan melalui pesan WhatsApp terkait adanya santri berinisial IWK (12) warga Kecamatan Rajapolah yang dikenai denda sebesar Rp 37,2 juta oleh pesantrennya yang beralamat di Kabupaten Bandung.

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto mengatakan, keluarga santri laki-laki berusia 12 tahun dikagetkan dengan adanya surat tagihan denda disiplin dari pesantren tempat anaknya menimba ilmu di Kabupaten Bandung. “Orang tua santri juga mengirimkan surat tagihan tersebut ke kami, ternyata jumlahnya fantastis mencapai Rp 37,2 juta. Jelas keluarga merasa keberatan dengan adanya denda dari pesantren seperti itu,” ujarnya saat dihubungi Radar, tadi malam.

Baca selengkapnya, khusus pelanggan Epaper silakan klik, Login

Belum berlangganan Epaper? Silakan klik Daftar!

 

%d blogger menyukai ini: