Naskah Sanghyang Siksakandang Karesian (SSK) oleh Sutaarga teksnya dianggap sebagai ensiklopedia panorama hidup dan kehidupan masyarakat Sunda masa silam. Mengapa demikian? Karena kandungan isinya mengungkap berbagai macam aspek kehidupan pada zamannya. Beberapa keahlian, pekerjaan  serta  hasil  kreasi  para  ahli dalam SSK, mungkin belum begitu dikenal oleh generasi muda Sunda saat ini, yang menarik untuk disimak, agar tidak pareumeun obor dan dapat menambah wahana ilmu pengetahuan.

Beberapa istilah seperti: hareup catra ‘koki/ juru masak’, pangeuyeuk ‘ahli batik’, kebojéngkéng ‘penggusur/pembawa pedati’, kumbang gending ‘pembuat gamelan’, pangurang dasa ‘pencatat desa/pajak, mémén ‘dalang’, gambuh ‘dalang, pengatur laku dalam pertunjukan wayang’, guru widang ‘ahli kulit’, mungkin terdengar asing di telinga nonoman Sunda ‘generasi muda’ saat ini. Tapi istilah danudara ‘pemanah’, palika ‘penyelam’ paneresan ‘penyadap enau/nira’, panjak penabuh gamelan, panéwon ‘pejabat yang membawahi seribu orang rakyat’, panggérék ‘pemburu’, masih dikenal dan dimengerti oleh orang Sunda generasi tuanya atau bahkan sama sudah tidak dimengerti maknanya.    

Baca selengkapnya, khusus pelanggan Epaper silakan klik, Login

Belum berlangganan Epaper? Silakan klik Daftar!

%d blogger menyukai ini: