Saling Lempar Perbaikan

Saling Lempar Perbaikan
ZONA BAHAYA. Truk tangki Pertamina melintas di Jembatan Jagal di Jalan Ahmad Yani yang sebagian fondasinya ambrol akibat bencana, Selasa (13/9/2022). Rangga Jatnika / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIK, RADSIK – Jembatan Jagal di Jalan Ahmad Yani Kota Tasikmalaya yang fondasinya ambrol tampaknya tinggal menunggu runtuh. Pasalnya pemerintah angkat tangan untuk memperbaikinya.

Kondisi jembatan di wilayah Pajagalan itu masih belum ada perbaikan, Selasa (13/9/2022). Lalu lalang pengendara pun tetap memanfaatkan satu ruas jalan saja.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) H Dudi Mulyadi mengatakan bahwa kerusakan meru­pakan wilayah kons­truksi area sungai. Di mana kewenangannya ada di ranah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). ”Itu karena konstruksi di bawahnya itu kewenangan BBWS,” ujarnya saat dihubungi Radar.

Baca Juga:Yusuf: Segera Manfaatkan Dana yang Ada!1.300 Nakes Khawatir Nganggur

[membersonly display=”Baca selengkapnya, khusus pelanggan Epaper silakan klik” linkto=”https://radartasik.id/in” linktext=”Login”]

Ketika konstruksi atau fondasi di wilayah sungai sudah dibenahi, barulah PUTR melakukan perbaikan jembatan dan jalannya. Pasalnya perbaikan jembatan akan sia-sia jika bagian bawahnya tidak didukung konstruksi yang baik. ”Kalau sudah dibenahi, baru jembatan dan jalannya dilakukan perbaikan,” ucapnya.

Pihaknya sebelumnya sudah beberapa kali meminta agar BBWS melakukan perbaikan konstruksi Tembok Penahan Tebing (TPT) di bawah jembatan tersebut. Namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut. ”Sejak 2009 diajukan untuk diperbaiki,” katanya.

Wawancara terpisah, Pelaksana Teknis Operasi dan Pemeliharaan 3 (OP3) BBWS Citanduy Ijang Nurul Fuad juga mengatakan perbaikan tersebut bukan kewenangan BBWS. Pasalnya 50 meter ke hulu dan 50 ke hilir dari jembatan merupakan kewenangan PUTR. ”Jadi kewenangannya di Bina Marga (PUTR),” tuturnya.

Lanjut Ijang, jembatan tersebut pun pada dasarnya dibangun oleh pe­merintah daerah. Dengan demi­kian, BBWS tidak punya kapasitas un­tuk melakukan pemeliharaan atau perbaikan. ”Kalau dibangun BBWS, baru kami yang perbaiki,” katanya.

Sementara itu, jembatan yang kondisinya rawan ambruk itu masih dilalui oleh para pengendara. Bahkan kendaraan dengan muatan berat pun masih nekat melintas di jembatan tersebut.

Seperti halnya mobil tangki Per­ta­mina yang sempat ditegur oleh Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Sat Lantas Polres Tasik­malaya Kota Ipda Ipan Faisal. Mes­ki­pun pada akhirnya tangki tersebut tetap dipaksakan melintas karena tidak memungkinkan berbalik arah.

0 Komentar