SUKARAJA, RADSIK – Sebanyak 145 warga Kampung Cimawate Desa Tarunajaya Kecamatan Sukaraja keracunan massal usai mengonsumsi nasi kotak pada acara syukuran calon jemaah haji di Masjid At-Taqwa, Sabtu (28/5/2022).

Dari 145 orang, sebanyak 120 dirawat jalan di rumah masing-masing. Sisanya di rawat di Puskesmas Sukaraja, RSUD SMC, Puskesmas Urug Kawalu dan rumah sakit yang ada di Kota Tasikmalaya seperti TMC dan dr Soekardjo.
Sebagaimana diketahui, tercatat sebanyak 88 warga Desa Tarunajaya Kecamatan Sukaraja ini akan berangkat haji tahun ini. Total yang daftar ada 115 orang, namun hanya 88 orang yang berangkat, sisanya terbentur aturan usia sudah di atas 65 tahun.

Baca selengkapnya, disini

Kapolsek Sukaraja IPTU Puryono membenarkan adanya kejadian keracunan makanan yang menimpa puluhan warga di Kampung Cimawate Desa Tarunajaya Kecamatan Sukaraja. “Dalam acara walimatul safar di Masjid At-Taqwa Kampung Cimawate tersebut ada 90 orang jemaah haji yang mengikuti acara tersebut. Sedangkan warga ada sekitar 300 orang yang ikut hadir dalam acara,” terang Puryono kepada Radar, Senin (30/5/2022).

Pada acara tersebut, kata dia, panitia acara walimatul safar membagikan makanan kepada para tamu undangan. Setelahnya ada acara bersalam-salaman semua calon jemaah haji dengan warga. “Untuk calon jemaah haji diberikan nasi kotak dan langsung pulang ke rumahnya masing-masing. Namun keesokan harinya Minggu (29/5) pukul 04.00 ada warga yang mengeluhkan sakit perut,” jelas dia.

Warga asal Kampung Cimawate tersebut bernama Abdul Kholik, yang datang ke petugas kesehatan di Desa Tarunajaya. Kemudian memeriksakan diri karena mengeluh sakit perut, mual, muntah demam dan diare. Sore harinya, masih Minggu (29/5/2022) ada lagi warga dari Kampung Cimawate Desa Tarunajaya yang memeriksakan kesehatannya dengan gejala dan keluhan yang sama.

“Jumlah warga yang berobat dan hasil pantauan tracking awalnya ada 62 orang. Senin (30/5) pagi jumlahnya bertambah menjadi 145 orang. Sebanyak 10 orang di antaranya adalah calon jemaah haji yang ikut acara walimatul safar, puluhan orang sisanya adalah warga Kampung Cimawate,” ungkap dia.

Menurut dia, warga yang mengalami keluhan sakit perut, mual dan muntah tersebut, termasuk calon jemaah haji ada yang dibawa dan mendapatkan perawatan di RS Tasik Medika Citratama (TMC).

Kemudian, lanjut dia, ada yang di Puskesmas Urug, Kawalu, RS Bunda Aisyah dan RS dokter Soekardjo Kota Tasikmalaya termasuk di Puskesmas Sukaraja. Sedangkan sisanya kebanyakan rawat jalan sambil diawasi oleh petugas kesehatan Puskesmas Sukaraja.

“Untuk penyebab keracunan, tambah dia, masih didalami, yang jelas saat ini difokuskan terhadap penanganan kesehatan warga dan calon jemaah haji yang mengalami keracunan,” ujar dia.

Ketua Panitia Penyelenggara Walimatul Safar Calon Jemaah Haji, H Ade Ari menuturkan, sebelum kegiatan diadakan terlebih dahulu musyawarah dengan calon jemaah haji untuk kegiatan walimatu safar di RT 01, 02 dan 03 di RW 03 Desa Tarunajaya Kecamatan Sukaraja.

“Semua calon jemaah haji sepakat untuk melaksanakan kegiatan walimatul safar dilaksanakan bersama. Yang diikuti warga dan kerabat keluarga. Dengan jumlah calon jemaah haji ada 90 orang,” ungkap dia.

Kemudian, tambah dia, untuk konsumsi makanan snack yang didalamnya berisi air mineral, bolu kue kukus, lontong, kue bibika, dan risoles. Serta nasi kotak yang di dalamnya ada nasi timbel, pindang telur, bihun, daging ayam dan bacem tempe dipesan dari salah satu rumah makan Jalan KH Zaenal Mustofa Kota Tasikmalaya.

Kepala Puskesmas Sukaraja H Memed Supendi menjelaskan, bahwa banyak warga yang memeriksakan diri dengan gejala sakit perut, mual dan muntah indikasinya mengalami keracunan. “Penanganannya dengan memberikan cairan infus dan pengurasan. Dilakukan pelayanan kesehatan. Kebanyakan rawat jalan di rumahnya masing-masing dan terus kami pantau perkembangannya,” jelasnya.

Adapun hasil laporan petugas Puskesmas Sukaraja di lapangan, terang dia, untuk secara keseluruhan korban keracunan berjumlah 145 orang. Untuk 120 orang berobat jalan di rumah masing-masing dengan mendapatkan pengawasan dan perawatan oleh tim kesehatan Puskesmas Sukaraja.

“Yang dirawat di Puskesmas Sukaraja ada delapan orang, di RS TMC Kota Tasikmalaya ada enam orang, di RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya satu orang. Puskesmas Urug Kota Tasikmalaya ada lima orang, di RS Bunda Aisyah ada tiga orang, di Klinik Insfar Kecamatan Parungponteng: satu orang dan di RS dr Soekardjo Kota Tasikmalaya satu orang,” ujar dia.

Tindakan yang diambil oleh petugas kesehatan, ungkap dia, pendataan kepada korban bersama Timkes Puskesmas Sukaraja, membuat posko KLB ( Kejadian Luar Biasa) bertempat di Aula Desa Tarunajaya dan Puskesmas Sukaraja.
Kemudian, lanjut dia, mendapat perawatan secara berjenjang oleh Puskesmas Sukaraja. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian keracunan ini, akan tetapi para korban mengalami gejala yang sama mual, muntah, demam dan diare.

Dia menambahkan, untuk sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan, oleh Puskesmas Sukaraja sudah dikirim ke Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk diteliti di laboratorium di Bandung, untuk mengetahui hasilnya.

“Dari Polsek Sukaraja juga sudah membawa sampel makanan yang dibawa ke Polres Tasikmalaya. Dugaan sementara memang dari makanan yang dikonsumsi oleh warga dan calon jemaah haji pada acara syukuran haji,” tambah dia.

Salah satu calon jemaah haji asal Kampung Cimawate Desa Tarunajaya Kecamatan Sukaraja yang keracunan, Dede Wida menuturkan, keluhan yang dirasakannya adalah sakit pada bagian perut, mual dan muntah.

“Saya gejala sakit nya perut, mual, iya sesudah hadir di acara syukuran walimatul safar. Iya ada banyak calon jemaah haji yang hadir dan tamu undangan warga lainnya,” tuturnya. (dik)

[/memberonly]

%d blogger menyukai ini: