JAKARTA, RADSIK – Penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri jadi polemik setelah terbongkarnya kasus suap yang menjerat mantan Rektor Universitas Negeri Lampung (Unila) Karomani. Sejumlah pihak mendesak agar jalur mandiri dihapus. Namun, tak sedikit yang menolak.

Senior Fellow Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Totok Amin Soefijanto menuturkan, penerimaan mahasiswa melalui jalur mandiri masih sangat dibutuhkan. Bukan hanya karena jadi salah satu sumber pendapatan penting untuk kampus, tapi juga untuk subsidi silang.

Baca selengkapnya, khusus pelanggan Epaper silakan klik, Login

Belum berlangganan Epaper? Silakan klik Daftar!

%d blogger menyukai ini: