CIAMIS, RADSIK – Paguyuban Petani Pamarican Bersatu audiensi dengan DPRD Kabupaten Ciamis tentang adanya dugaan salah satu perusahaan menyalahi aturan dalam pengelolaan lahan Hak Guna Usaha (HGU) yang sudah habis sejak 31 Desember 2007, Rabu (9/11/2022).

Ketua Paguyuban Petani Pamarican Bersatu Elem Supratman mengatakan, audiensi ini untuk meminta bantuan kepada DPRD Kabupaten Ciamis agar lahan HGU yang dikuasai PT Wiracakra   dicabut. “Nantinya lahan yang dikelola PT Wiracakra sudah tidak layak, karena masa HGU habis. Sudah milik negara, ketika sudah milik negara, memohon agar bisa dikelola oleh masyarakat,” katanya kepada Radar, Rabu (9/11/2022).

Mengingat, PT Wiracakra sudah tidak mengurusnya sehingga terbengkalai  dan dugaan banyak temuan area persawahan yang dijual belikan atau digadaikan oleh oknum-oknum PT Wiracakra. “Intinya PT Wiracakra sudah tidak ada hak untuk mengelola tanah negara tersebut. Oleh karenanya sudah harus meninggalkannya,” ujarnya, menjelaskan.

Baca selengkapnya, khusus pelanggan Epaper silakan klik, Login

Belum berlangganan Epaper? Silakan klik Daftar!

 

 

%d blogger menyukai ini: