BANJAR, RADSIK – Sudiman, petani di RT 06 RW 06 Kelurahan Bojong Kecamatan Langensari mengaku dizalimi. Padi yang tinggal beberapa minggu lagi panen harus menaggung risiko hasil tidak maksimal akibat kekeringan. Aliran air dari irigasi ditutup lantaran ada pekerjaan normalisasi yang dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy.

“Saya percaya dan saya juga mendukung adanya perbaikan sarana irigasi untuk meningkatkan pertanian, tapi tidak begini caranya, mengorbankan sawah petani. Ini jelas kami merasa dizalimi oleh pihak BBWS Citanduy. Sawah kami kering, padahal sedang butuh-butuhnya air. Dengan kondisi saat ini, sawah saya akan kekurangan jumlah hasil panen, 50 persennya,” kata Sudiman, Senin (5/9/2022).

Baca selengkapnya, khusus pelanggan Epaper silakan klik, Login

Belum berlangganan Epaper? Silakan klik Daftar!

%d blogger menyukai ini: