CIAMIS, RADSIK – Setelah kenaikan BBM bersubsidi cukup berdampak terhadap perusahaan angkutan. Salah satunya perusahaan otobus (PO) di Kabupaten Ciamis terus mengalami kerugian setelah BBM naik, karena penumpang sedikit dan biaya operasional membengkak.

Divisi Perizinan PO Gapuraning Rahayu, Nurdin mengaku sebelum pandemi Covid-19, bus masih ada peminatnya. Untuk pulang-pergi bisa mengangkut 70 orang. “Sedangkan saat ini, setelah pandemi Covid-19 dan ditambah BBM naik. Bus hanya diisi 15 orang saja untuk pulang-pergi,” katanya kepada Radar, Jumat (16/9/2022).

Baca selengkapnya, khusus pelanggan Epaper silakan klik, Login

Belum berlangganan Epaper? Silakan klik Daftar!

%d blogger menyukai ini: