Perubahan Tren Kurban di Garut, Sapi Menurun, Kambing Melesat 300 Persen

Kurban di Garut
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut Beni Yoga. (Agi Sugiana/Radartasik.id)
0 Komentar

GARUT, RADARTASIK.ID – Pelaksanaan Idul Adha tahun 2024 telah selesai. Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Garut, Beni Yoga, melaporkan adanya penurunan jumlah hewan kurban tahun ini.

Beni menjelaskan bahwa, berdasarkan data dari koordinasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Garut, terjadi penurunan jumlah sapi yang dikurbankan. 

Pada tahun 2023, jumlah sapi yang dikurbankan mencapai hampir 9.200 ekor, sedangkan tahun ini hanya sekitar 8.000 ekor lebih.

Baca Juga:Heboh! Granat Latihan Meledak di Sepatu Bekas, Cisurupan Garut Bergetar, Korban Terluka ParahPolres Garut dan TNI Temukan 8 Orang Positif Narkoba

Sebaliknya, jumlah kambing yang dikurbankan mengalami kenaikan signifikan, hampir 300 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Pada tahun 2023, hanya 66 ekor kambing yang dikurbankan, sementara tahun ini jumlahnya mencapai lebih dari 600 ekor.

Beni menilai bahwa kenaikan jumlah kambing yang dikurbankan disebabkan oleh kondisi ekonomi masyarakat yang kurang baik, khususnya di Kabupaten Garut, sehingga daya beli masyarakat menurun. 

Faktor lain yang menyebabkan peningkatan pada populasi kambing adalah harganya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan sapi atau kerbau.

Secara keseluruhan, Beni menyampaikan bahwa pelaksanaan Idul Adha tahun 2024 di Kabupaten Garut berjalan lancar, meskipun ada beberapa temuan cacing hati di beberapa lokasi, yaitu sekitar 3 hingga 4 ekor. 

Namun, secara umum, hewan-hewan yang dikurbankan berada dalam kondisi sehat sesuai laporan tim kesehatan hewan yang melakukan pengecekan di lapangan.

”Semua relatif bagus kondisi daging, hati terutama, yang lainnya cukup berjalan sesuai dengan rencana alhamdulillah lancar,” ungkap Beni, Senin, 24 Juni 2024. (Agi Sugiana)

0 Komentar