CIAWI, RADSIK – Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat Drs KH Tetep Abdullatif, melak­sanakan kegiatan sosialisasi empat pilar kebang­saan Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD), Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kepada para guru se-Kecamatan Ciawi di Aula Yayasan Pondok Pesantren Al-Fatah Kampung Leles Desa/Kecamatan Ciawi, Jumat (3/6).

Baca selengkapnya, disini

Menurut Tetep, sosialisasi empat pilar kebangsaan ini membidik guru, karena komponen strategis masyarakat salah satunya adalah guru atau pengajar dan pendidik anak bangsa generasi muda.

”Apalagi guru ini sebagai tempat melahirkan generasi sebagai pendidik, guru juga sebagai tempat bertanya segala hal di tengah-tengah lingkungan masyarakat,” ungkap Tetep kepada Radar.

Dia menyebut, banyak masyarakat luas yang bertanya kepada guru bukan hanya permasalahan pendidikan saja, bahkan bertanya di luar dunia pendidikan seperti halnya terkait kepemimpinan maupun organisasi di masyarakat.

”Guru ini strata sosialnya beda, sehingga dianggap sebagai orang yang paling mengetahui segala hal atau bidang. Maka dari itu penting guru menguasai dan paham dengan empat pilar kebangsaan,” jelasnya.

Empat pilar kebangsaan ini, ungkap dia, sangat penting disampaikan sebagai sketsa kebangsaan yang disosialisasikan kepada guru saat ini.

”Dengan harapannya nanti semangat sejak awal disepakati dan dipasang oleh para pendiri negeri ini, untuk bisa tersosialisasikan dengan baik kepada generasi muda dan masyarakat,” ajak dia.

Ia pun menyadari betapa pentingnya sosialisasi empat pilar tersebut, bahwa empat pilar Pancasila, UUD, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI harus terus dikuatkan dan tersampaikan kepada masyarakat luas.

”Penguatan itu sangat penting, apalagi saat ini sudah terdeteksi ada gerakan-gerakan yang akan membelokan arah perjuangan bangsa ini.

Maka lewat empat pilar kebangsaan akan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa ini,” ungkap dia.

Dia menambahkan, empat pilar kebangsaan ini jangan sampai hilang sehingga menjadi bercerai-berai oleh gerakan tertentu yang ingin merongrong persatuan dan kesatuan bangsa ini.

”Kita ingin keutuhan NKRI ini terus terjaga, dan terbangun pada komponen strategis di tengah-tengah masyarakat. Salah satunya disampaikan kepada para guru,” tambah dia. (dik)

[/memberonly]

%d blogger menyukai ini: