Perilaku Seks Menyimpang Laki-Laki Jadi Faktor Penularan HIV/AIDS Tertinggi di Kabupaten Ciamis Selama 2 Tahun Terakhir

CIAMIS, RADARTASIK.ID – Perilaku seks menyimpang di kalangan kaum pria atau disebut homoseksual masih banyak terjadi. Contohnya di Kabupaten Ciamis.

Seorang pria tua berinisial HS (53) diamankan Satreskrim Polres Ciamis tanggal 2 November 2023 gara-gara menyodomi dua remaja di bawah umur.

Selain melanggar hukum, perilaku menyimpang itu juga ternyata paling berisiko menularkan virus HIV/AIDS.

Berdasarkan data faktor risiko HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, sejak 2012 hingga 2023 terdapat 802 orang yang positif HIV/AIDS.

Baca juga: Pelaku Kasus Sodomi di Kabupaten Ciamis Sudah Ditangkap?

Kelompok populasi kuncinya terdiri atas wanita pekerja seks (WPS), waria, lelaki seks dengan lelaki (LSL), Pengguna Narkoba Suntik (Penasun), ibu hamil, Pasien TBC, dan lainnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis Edis Herdis mengungkap perilaku seks menyimpang pada laki-laki menjadi penyumbang angka HIV/AIDS tertinggi di Kabupaten Ciamis selama dua tahun terakhir.

“Dari tahun 2022 sebanyak 106 orang dan November 2023 terdapat 90 orang yang positif HIV AIDS. Ternyata yang paling tinggi positif HIV AIDS tahun 2022 ada 23 orang dan 2023 ada 32 orang adalah LSL, dengan kebanyakan usia produktif,” katanya kepada Radar, Kamis (23/11/2023).

Tingginya kasus LSL itu, kata dia, karena yang melakukan pengobatan HIV/AIDS tidak hanya dari orang Ciamis saja. dari luar kota/kabupaten pun ada. Kalau di Kabupaten Ciamis biasanya dari perkumpulan-perkumpulan khusus LSL.

Baca juga: Standar Upah Minimum Kabupaten Ciamis untuk 2024 Tunggu Pleno, Kenaikan Upah Diharap Sampai Rp 200.000

“Kita pun dalam upaya mencegah dan memperluas jangkauan untuk melakukan pengobatan HIV AIDS kepada LSL dengan kerja sama bersama mitra kerja penjangkau LSL. Tugasnya mitra penjangkauan LSL mengantarkan temannya untuK dites HIV/AIDS dan setelahnya mereka dilakukan pembinaan,” ujarnya.

Saat ditanyakan apakah LSL atau perbuatan Sodomi berawal dari korban? Ia pun tidak bisa menjawabnya, karena bukan kapasitasnya.

Namun berdasarkan penelitian salah satu perguruan tinggi di Bandung, lanjutnya, LSL atau perbuatan sodomi ini para pelakunya adalah mereka yang pernah menjadi korban sodomi juga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *