MANGUNREJA, RADSIK – Puluhan warga Desa Mandalamekar Kecamatan Jatiwaras mendatangi Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPUTRLH). Mereka mempertanyakan soal perbaikan jalan di wilayahnya yang sampai saat ini belum ada progres.

Kepala Desa Mandalamekar Alfie Akhmad Sa’dan Hariri SE SH MH mengatakan, kedatangannya bersama tokoh masyarakat menanyakan terkait jalan secara pasti ke dinas terkait. Pihaknya tidak ingin ada lagi miskomunikasi dengan masyarakat. Ketika dari pihak dinas terkait sudah menyampaikan bahwa di tahun 2020 lalu ada buat Mandalamekar misalkan, bahkan sudah lihat angkanya.

“Sebelumnya ditanyakan ke Pa kadis, sekdis dan kabid yang sebelumnya, katanya untuk di Mandalamekar muncul angka Rp 5,2 miliar, tapi ternyata titiknya dari Lengkongbarang Cikatomas,” ujarnya kepada Radar, Selasa (24/5/2022).

Alfie menjelaskan, kedatangannya ke dinas agar tidak ada salah paham lagi ketika menyampaikan kepada warganya.

“Ketika sekarang datang ke dinas, sudah ada jawaban bahwa akan diusulkan untuk tahun 2023 mendatang. Jika misalkan nanti ternyata dipindahkan lagi atau titiknya tidak sesuai dengan apa yang dikatakan oleh dinas terkait, warga mendengar semuanya dan tidak ada salah paham lagi dengan pemerintah desa,” kata dia, menambahkan.

“Anggapan masyarakat, dulu katanya mau dibangun tahun 2020, tapi tidak jadi. Sekarang informasinya tahun 2022 akan ada, namun lagi-lagi tidak jadi. Sehingga anggapan masyarakat desa itu berbohong. Mudah-mudahan dengan ini masyarakat bisa memahami,” ujar dia.

Padahal, kata dia, masyarakat sudah merasa senang dan bahagia. Namun, tiba-tiba bahwa itu tidak dilaksanakan dan pelaksanaannya bukan dari titik Pasirgintung Mandalamekar, melainkan dari Lengkongbarang Cikatomas.

“Atas dasar itu, kami minta ketegasan dan kejelasan dari dinas terkait,” ucapnya.

Lanjut dia, pihaknya sempat mengusulkan bagaimana kalau untuk tahun ini pembangunannya dibagi dua, jadi setengah di Mandalamekar dan sisanya di Lengkongbarang. “Saya pikir akan lebih adil. Tapi tadi kita mendengar katanya mau tetap di Lengkongbarang Cikatomas dulu titiknya,” ucapnya.

“Pak kabid jalan sudah terbuka, mengingatkan terus tentang apa yang sudah dijanjikan. Baik dari DAK, Banprov maupun DAU. Mudah-mudahan sesegera mungkin dibangunkan. Kalaupun pahitnya tidak bisa tahun ini, diharapkan janjinya bisa terealisasi di tahun 2023,” kata dia.

Kabid Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPUTRLH) Kabupaten Tasikmalaya Romi Gardara mengatakan, kedatangan masyarakat untuk mempertanyakan pembangunan Jalan Pasirgintung-Lengkongbarang yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Usualn yang didapat, itu titiknya kalau DAK sudah ditentukan secara koordinatnya.

Sehingga tidak dapat mengubah titik lokasi mulai pembangunannya.

“Sebab, kalau DAK sudah vakum dari koordinat satu ke koordinat yang lainnya. Itu sudah terpola dari sananya, sehingga tidak bisa seenaknya merubah titik lokasi. Adapun mereka mungkin karena jalannya rusak parah, sehinnga kurang sabar dan meminta agar tidak PHP,” kata dia.

Lanjut dia, pihaknya akan mencoba mengusulkan untuk perbaikan di tahun 2023 dengan melalui berbagai sumber anggaran. Di antaranya dari Banprov, DAU, DAK.

“Mungkin masyarakat ingin ada ketegasan langsung, karena mungkin sudah terlalu banyak janji dari tahun sebelumnya akan dibangun,” ujar dia, menjelaskan.

Menurut dia, kurang lebih untuk perbaikan jalan di Lengkongbarang-Pasirgintung sepanjang 1,75 km dengan anggaran mencapai Rp 5,2 miliar.

“Itu yang menjadi permasalahnnya kenapa tidak dari Pasirgintung dulu, melainakn dari Lengkongbarang dulu,” kata dia, menjelaskan. (obi)

%d blogger menyukai ini: