Perajin Tahu Keluhkan Harga Kedelai Impor

Perajin Tahu Keluhkan Harga Kedelai Impor
0 Komentar

PANGANDARAN – Harga kedelai impor yang tak kunjung turun membuat perajin tahu mengurangi jumlah produksi mereka. Bukan hanya itu, demi penghematan para perajin juga memperkecil ukuran tahu yang dijual.

Salah satu pemilik pabrik tahu di Parigi Uus (51) menerangkan harga kedelai saat ini mencapai Rp 14.500 per kilogram dari harga awal Rp 7.500 per kilo. “Sudah satu tahun lamanya harga tidak turun-turun,” terangnya kepada Radar, Selasa (20/12/2022).

Uus mengaku, membeli kacang kedelai impor dari Kota Banjar. Biasanya ia membeli sampai 50 kilogram. Kedelai impor dipilih lantaran dirasa lebih tahan lama dibanding kedelai lokal. “Kalau kacang kedelai lokal tidak tahan lama, beda kualitas dengan impor,” ujar Uus.

Baca Juga:Peningkatan Jalan Ciawi-Singaparna Habiskan Rp 4 MiliarMatangkan Persiapan Pengamanan Nataru

[membersonly display=”Baca selengkapnya, khusus pelanggan Epaper silakan klik” linkto=”https://radartasik.id/in” linktext=”Login”]

Saat ini, kata dia, dalam sehari pabriknya hanya memproduksi 5.000 potong. Padahal tahun lalu, sebelum harga kedelai impor naik, ia bisa memproduksi lebih banyak. Bahkan dua kali lipat. Tahu buatan Uus biasa dijual Rp 1.500 per kantong isi 5 pcs. Dengan harga jual itu pun, Uus mengaku masih mengalami kerugian sebab biaya produksi kadang lebih besar dari pendapatan.

“Walaupun selisihnya tidak terlalu besar, tetapi kadang-kadang hanya bisa balik modal. Tapi gak sering-sering juga,” katanya.

Dia pun berharap harga kacang kedelai bisa kembali normal agar produksi tahu bisa kembali seperti semula. Hal itu diamini salah seorang pedagang tahu di Pasar Parigi Erni Kurniasih.

Dia membenarkan saat ini ukuran tahu yang dijual di pasar lebih kecil dari sebelumnya. Bahkan dari segi kualitas juga tidak sama lagi dengan tahu yang biasa ia jual tahun lalu. “Kualitasnya banyak yang menurun. Ada yang tadinya halus malah jadi kasar,” tuturnya.

Menurut Erni daya tahan tahu sebenarnya lebih bagus di­ban­ding tempe. Dimana produk ke­delai yang satu itu biasanya mu­dah busuk dalam beberapa ha­ri. Sementara tahu sedikit lebih ta­han lama. “Kalau tempe itu, ba­ru beberapa hari dibiarkan lang­sung jelek,” ucapnya. (den)

0 Komentar