PANGANDARAN, RADSIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran akan melayangkan surat kepada pihak desa yang memiliki objek wisata body rafting. Buntut dari hilangnya seorang guide di Cimerak bernama Abdul Rohman.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Tonton Guntari mengatakan, tenggelam dan hilangnya seorang pemandu wisata di Pasir Sereh, Cimerak, Pangandaran menjadi pembelajaran bagi pihak desa yang mempunyai objek wisata berpotensi. “Pemandu wisata yang tenggelam ternyata tidak termasuk Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Pangandaran, namun dirinya pernah menjadi salah satu pemandu di Green Canyon,” katanya kepada wartawan Kamis (8/9/2022).

Kata dia,  pramuwisata di Objek Wisata Pangandaran mayortitas sudah tergabung dalam HPI, sehingga keselamatan para pemandu ada standarnya. “Akibat kejadian tersebut kami akan layangkan surat kepada pihak desa agar membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) agar ada pengelolaan dan keamanan kawasan wisata yang jelas, jadi mereka bisa membuat rambu-rambu di area yang terlarang berenang ataupun dinilai berbahaya,” jelasnya.

Baca selengkapnya, khusus pelanggan Epaper silakan klik, Login

Belum berlangganan Epaper? Silakan klik Daftar!

%d blogger menyukai ini: