Pemekaran Tasikmalaya Utara Cerah, 89 Persen Desa Mendukung Penuh

pemekaran tasikmalaya utara
Presidium CDOB Tasikmalaya Utara melakukan pertemuan untuk mematangkan persiapan kajian naskah akademik, Jumat, 3 Mei 2024. (Radika Robi Ramdani/Radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Presidium Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Tasikmalaya Utara terus mematangkan persiapan jelang pelaksanaan kajian naskah akademik untuk melengkapi berkas pemekaran Tasikmalaya Utara. 

Pertemuan tersebut dilakukan di Kafe Sakka Jalan Ciawi-Singaparna Sukasetia Cisayong, Jumat, 3 Mei 2024.

Sekretaris CDOB Tasikmalaya Utara Endang Syarif SHI MM mengatakan, tahun ini memang sudah ada alokasi anggaran untuk kajian akademik. 

Baca Juga:PT Daya Adicipta Motora Ajak Pengendara Ojek Online Wanita Perhatikan Keselamatan BerkendaraLampaui Performa Mbappe, Jadon Sancho Bersinar di Borussia Dortmund, Apa yang Terjadi di Manchester United

Hal itu jelas bagi presidium merupakan bentuk dukungan yang nyata dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya. ”Artinya yang diinginkan oleh masyarakat Tasikmalaya Utara direspon positif,” ujarnya kepada Radartasik.id, Jumat.

Menurut dia, potensi-potensi yang ada di Tasikmalaya Utara menjadi daya dukung kuat dalam mempercepat tahapan pembentukan DOB. 

Seperti diketahui, beberapa potensi yang ada di Tasikmalaya Utara itu cukup besar. Diantaranya potensi wisata, potensi pajak kendaraan dan lainnya yang masih bisa dimaksimalkan.

Menurut dia, sistem pemekaran atau DCOB saat ini berbeda dengan sebelumnya. Di mana untuk saat ini harus terlebih dulu dibangun infrastruktur penunjang pemerintahan. Sedangkan pemekaran sebelumnya, dimekarkan dulu kemudian baru proses pembangunan.

”Kalau Tasik Utara, jika dilihat dari segi infrastruktur pun bisa dikatakan sudah memenuhi syarat untuk dimekarkan. Bahkan tidak akan terlalu memberatkan kabupaten induk,” tuturnya.

Kemudian, kata Endang, penunjang lainnya seperti perguruan tinggi juga sudah ada. Seperti STIE Latifah Mubarokiyah dan juga IAILM, kemudian juga ada Idrisiyyah.

”Jadi dari daya dukung itu sudah ada, seperti dari rumah sakit pun sedang proses untuk tanah rencananya mungkin di daerah Ciawi,” ucapnya, menjelaskan.

Baca Juga:Pascagempa, BMKG Peringatkan warga Tasikmalaya, Garut, Sukabumi, dan Bandung untuk Waspada Longsor dan Banjir Plafon Bangunan RSUD Singaparna Medika Citrautama Ambruk Usai Diguncang Gempa Garut

Kemudian, lanjut Endang, untuk kecamatan yang potensi dimekarkan ada sembilan kecamatan. Yakni, Kecamatan Sukaratu, Cisayong, Rajapolah, Jamanis, Sukahening, Sukaresik, Ciawi, Pagerageung dan Kadipaten. 

”Dari 79 desa yang ada di kecamatan sudah ada 89% yang mendukung pemekaran Tasik Utara. Tinggal beberapa desa yang belum menyerahkan, namun sudah mendukung,” ucapnya.

”Walaupun belum semua, tapi sudah memenuhi syarat, karena kalau tidak salah itu minimal dukungan sebanyak 65% untuk pemekaran,” sambung dia. (Radika Robi Ramdani)

0 Komentar