SINGAPARNA, RADSIK – Polemik pembangunan dan pelebaran Jalan Cidugaleun-Parentas Kecamatan Cigalontang yang sudah membuat air Sungai Cikunten tercemar terus terjadi. Saat ini, tidak hanya dampak yang terjadi dari pembangunan, persoalan perencanaan dan profesionalitas pelaksana pun dipertanyakan.

Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Kabupaten Tasikmalaya Nana Sumarna mengatakan, pada prinsipnya Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya harus jeli melihat persoalan pembangunan pelebaran jalan yang berada di Desa Cidugaleun Kecamatan Cigalontang dan limbahnya mencemari air Sungai Cikunten yang biasa dimanfaatkan warga.

“Pihak ketiga (pemborong) juga harus dievaluasi, karena diduga ada pelanggaran yang dilakukan dalam pelaksanaan kerja. Ada aturan main yang tidak ditempuh berkaitan dengan itu, ada analisi dampak lingkungan, ada amdalnya dan lainnya,” ujarnya kepada Radar, Kamis (15/9/2022).

Baca selengkapnya, khusus pelanggan Epaper silakan klik, Login

Belum berlangganan Epaper? Silakan klik Daftar!

 

%d blogger menyukai ini: