MANGKUBUMI, RADSIK – Pe­merintah Provinsi Jawa Barat akan segera membenahi objek wisata Situ Gede di Kecamatan Mangkubumi. Hal tersebut membuat para pedagang resah karena akan berdampak pada tempat usahanya.

Saat ini di sebagian sempadan Situ Gede diisi oleh lapak penjual hidangan makanan berat. Pembenahan objek wisata tersebut pun sekaligus akan menata keberadaan mereka.

You Must be Logged in to view this content, Register or Login Here

Hal ini memunculkan kekhawatiran di kalangan pedagang yang akan digusur atau dipindahkan lapaknya. Pasalnya, sudah bertahun-tahun mereka melakukan aktivitas usaha di lokasi tersebut.

Seperti halnya diungkapkan pemilik warung makan Ega Egi (58) yang sudah mengetahui rencana pembenahan. Informasinya para pedagang akan dipindah menjauh dari area situ. ”Tentu kami keberatan,” ujarnya kepada Radar, Jumat (27/5/2022).

Selain bisa mengganggu pendapatan pedagang, menurut dia, relokasi ke tempat jauh akan berdampak kepada kepuasan pengunjung. Karena mereka yang datang ke Situ Gede bukan semata ingin melihat situ saja. ”Karena mereka datang untuk makan sambil menikmati pemandangan,” tuturnya.

Ketimbang penataan lapak pedagang, kata dia, pembenahan Situ Gede akan lebih baik jika memprioritaskan sumber airnya. Pasalnya saat ini situ tersebut sifatnya tadah hujan yang akan kering ketika kemarau. ”Karena aliran air dari Galunggung sudah puluhan tahun tidak diperbaiki,” ucapnya.

Pedagang lainnya, Susanti (42) juga mengungkapkan hal serupa. Dia keberatan jika sampai harus digusur atau ditempatkan di lokasi yang jauh dari situ. ”Katanya kan bakal dipindah, ya bagi pedagang keberatan,” katanya.

Sekretaris Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Situ Gede Muhammad Ilyas mendukung upaya pembenahan dari pemerintah. Pihaknya percaya langkah tersebut ditujukan untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat di sekitar Situ Gede. ”Pemerintah kan tujuannya baik,” ucapnya.

Terkait pedagang yang menolak karena khawatir terganggu lapaknya, menurut dia, mereka belum paham regulasi. Secara prinsip, lapak dagang tersebut berdiri di atas lahan milik negara. ”Itu kan bukan lahan milik pribadi,” tuturnya.

Beberapa waktu lalu, Wali Kota Tasikmalaya H Muhammad Yusuf menuturkan bahwa Pemprov Jabar mengucurkan anggaran untuk pembenahan Situ Gede. Nilainya sebesar Rp 8 miliar. ”Pengerjaannya oleh provinsi, lelangnya juga oleh provinsi, kita hanya penerima manfaat,” katanya. (rga)

[/memberonly]

%d blogger menyukai ini: