TASIK, RADSIK – Partai politik harus memiliki fungsi fundamental sebagai kekuatan utama perubahan pada masyarakat. Partai Gelora hadir menggabungkan antara gerakan politik dan gerakan pemikiran serta melihat relevansinya dari waktu ke waktu.

Mengusung ide Arah Baru Indonesia dengan pencapaian Indonesia menjadi kekuatan lima besar dunia, partai ini meyakini betul pada 2024 mendatang akan melampaui ambang batas parlemen empat persen. Apalagi, beberapa lembaga survei nasional telah mengumumkan hasilnya dan menempatkan parpol tersebut menjadi partai baru yang paling tinggi.

 

Baik popularitas maupun elektabilitas di antara partai baru lainnya. Bahkan, semakin mendekati ambang batas 4 persen, termasuk di level Kota Tasikmalaya, parpol yang digawangi mantan presiden PKS Anis Matta dan Singa Parlemen Fahri Hamzah, sebagai wakil ketua umum itu sudah menyentuh popularitas 10 persen dan elektabilitas empat persen.

 

”Sebagai partai baru, kami akan selalu mendukung figur pemuda dengan pemikiran baru dan memiliki kapasitas mumpuni serta berpengalaman, sehingga bisa membawa Kota Tasikmalaya ke arah baru pembangunan yang lebih baik,” ujar Ketua DPD Partai Gelora Kota Tasikmalaya Hasan Basri kepada Radar, Jumat (15/4/2022).

Hasil diskusi dan survei yang mereka lakukan, Hasan menjelaskan figur potensial tersebut yakni Viman Alfarizi Ramadhan. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat itu didorong untuk maju di perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 mendatang sebagai kandidat. “Hasil survei internal partai kami menunjukkan hal tersebut. Calon lainnya kami rasa masih perlu berjuang lebih untuk membuktikan kapasitas dan kapabilitasnya untuk mencalonkan diri sebagai calon wali kota di 2024 nanti,” tuturnya.

Hasan menjelaskan dengan gamblang bahwa Kota Tasikmalaya harus bergerak progresif di beragam hal. Selama ini, pencapaian pembangunan yang ada, tidak lebih baik melihat limpahan potensi besar sumber daya yang ada. Gap terlalu besar, sehingga selalu saja menyandang predikat daerah termiskin di Jawa Barat.

”Sejalan dengan visi pengurus pusat, Partai Gelora di daerah pun ingin adanya perubahan elite politik baik dari pusat sampai daerah, di mana membutuhkan figur yang berani, agresif, dan progresif. Sekarang, bicara infrastruktur Kota Tasikmalaya kita rasa sudah cukup, hanya banyak potensi yang belum bisa dikembangkan maka memerlukan elite politik baru yang memegang kendali kebijakan,” ujar politisi muda berkacamata itu.

Pihaknya mengkaji hasil survei yang dilaksanakan di internal mengerucutkan tiga kriteria yang diinginkan publik. Selain kriteria umum seperti berlatar belakang religius, merakyat, dan berwibawa. Paling utama, masyarakat membutuhkan figur muda, cerdas, dan berpengalaman.
”Di usia sekarang, Viman kita nilai sudah cukup mencicipi ruang kebijakan dengan menjadi legislator di provinsi. Di samping latar belakangnya yang teruji di bidang profesional dunia kerja, kita berkeyakinan figur ini bisa mengelola daerah lebih optimal lagi, dari hasil diskusi dan sharing gagasan yang beberapa kesempatan kami lakukan bersama,” tuturnya.
Tidak hanya urusan eksekutif, Hasan pun menarget parpolnya bisa memiliki keterwakilan kursi legislatif di setiap daerah pemilihan (dapil). Tatkala, Kota Resik berwacana hendak membagi daerah menjadi lima dapil, pihaknya mematok target lima kursi dari Partai Gelora hadir di RE Martadinata.

”Partai Gelora Indonesia memiliki keyakinan kontestasi politik 2024 baik pileg, pilpres maupun pilkada akan melahirkan pemimpin dan wakil rakyat baru yang kompeten dan peduli terhadap rakyat, sehingga negara ini semakin maju dalam pembangunan peradaban. Kita selaku masyarakat Kota Tasikmalaya berharap banyak harapan Partai Gelora Indonesia ini dapat menjadi kenyataan,” ujarnya.

Sekretaris DPD Partai Gelora Kota Tasikmalaya Peri Cristaferli menambahkan, saat ini parpolnya sudah menjadi lebih dari seribu anggota. Struktur tingkat DPD sampai level kelurahan sudah terbangun, dalam kerangka merealisasikan upaya membawa daerah ke arah baru.

 

”Kami pun sudah mulai memotret dan merespons banyak lamaran untuk mencalonkan diri melalui Partai Gelora di Pileg mendatang. Mulai kami dalami dari kapasitas intelektual dan ketokohan para kandidat yang hendak melaju ke kursi legislatif,” ujar Peri. (igi)

%d blogger menyukai ini: