Pakaian Adat Perempuan Jadi Pengenal Keberagaman Suku dan Budaya

perempuan
Kaum ibu mengenakan pakaian adat daerah pada puncak perayaan Hari Ibu di Hotel Grand Metro, 23 Desember 2023
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID– Keberagamaan busana perempuan di Tanah Air merupakan bagian dari budaya yang harus dilestarikan. Dari Sabang hingga Merauke, banyak baju adat yang dimiliki setiap daerah sebagai jati diri bangsa.

Hal itu pula yang disampaikan oleh Gabungan Organisasi Wanita, saat puluhan anggotanya mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah.

“Kita hormati semboyan kita, Bhineka Tunggal Ika. Ini jadi agenda rutin kami setiap hari ibu, untuk menampilkan wajah Indonesia dari pakaian tradisional yang kita pakai. Sehingga, tidak hanya mengenal dan melestarikan budaya sunda saja, tetapi juga Nusantara,” kata Dra. Hj. Iyan Rohmulyana, Ketua GOW Kota Tasikmalaya.

Baca Juga:Jadi Bakal Calon Wali Kota Tasikmalaya dari Golkar, Yusuf: Hanya Saya SendiriPendaftar KPPS di Kota Tasikmalaya Tidak Merata, 200 TPS Kekurangan Anggota

Tidak asal pakai, Iyan juga menjelaskan bahwa anggotanya melakukan riset terlebih dahulu tentang pakaian yang ingin dikenakannya.

“Untuk konsep ini, mereka searching dulu baju adat yang harus digunakan seperti apa tampilannya, bagaimana menggunakannya. Hal itu dilakukan supaya pembawaanya maksimal juga,”kata ketua pelaksana kegiatan, Tita Cinta Ningrum.

Konsep itu juga, kata Iyan jadi bukti mempresentasikan perempuan Indonesia dalam keberagaman. Dari pakaian adat tradisional itu pula, ia menyampaikan pentingnya identitas diri dan kekuatan khususnya bagi kaum perempuan.

“Dengan menggunakan pakaian seperti ini, mempresentasikan Indonesia secara menyeluruh tidak hanya Sunda. Bersamaan dengan ini, Indonesia kemajuannya harus diperjuangkan dari keberdayaan perempuan itu sendiri,” tandasnya.

Hal itu disampaikan Iyan, untuk regenerasi GOW dan eksistensi organisasi perempuan di Kota Tasikmalaya.

“Ayolah, di manapun organisasinya yang diminati regenerasi kekuatan perempuan harus terus berlangsung. Jangan sampai kita tidak ada regenarasi atau bahkan menyusut eksistensinya,” ucapnya.

Baginya, perempuan muda harus banyak berinteraksi dan mengabdikan diri ke masyarakat lewat organisasi.

0 Komentar