RADAR TASIK – Mobil dinas (mobdin) yang dikemudikan Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tasikmalaya Drs Didin Saepudin di tabrak kereta api di Kecamatan Manonjaya, Kamis (10/3/2022) pagi.

Kamis pagi mobil berplat merah dengan nomor polisi Z 256 N itu menjadi pusat perhatian warga dan pengendara yang melintas. Kondisinya sudah terguling di jalan raya. Bodi mobil ringsek dan kaca-kaca pecah.

Dari informasi yang dihimpun Radar, kecelakaan bermula ketika mobdin itu melaju dari Kalimanggis menuju Manonjaya. Sebelum berhasil melewati rel tanpa palang pintu di Kampung Warung Sumedang Desa/Kecamatan Manonjaya datang kereta api dari arah timur menuju barat.

Bagian belakang mobdin itu pun dihantam oleh lokomotif yang membuat mobil itu terpental. Didin dan mobil dinasnya terpental kurang lebih 10 meter. Mobil pun terguling ke arah kiri meski pun masih di area badan jalan.
Warga yang ada di sekitar pun datang dan mengevakuasi Didin dari dalam mobil. Dia yang mengalami luka-luka pun langsung dibawa ke rumah sakit.

Humas PT KAI Daop 2 Bandung Kuswardoyo mengakui bahwa ada laporan insiden di wilayah Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. Kejadiannya sekitar pukul 05.15 yang melibatkan kereta barang relasi Surabaya-Bandung. ”Betul, pagi tadi ada mobil yang menemper (tertabrak, Red) KA di perlintasan liar,” ucapnya.

Sejurus dengan itu, Kanit penegakan Hukum Sat Lantas Polres Tasikmalaya Kota Ipda Zezen Mutaqin menuturkan akibat kecelakaan itu pengemudi hanya mengalami luka-luka. Korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis. ”Ada luka di kepala dan korban sudah ditangani di rumah sakit,” ujarnya.

Menurut dia, kecelakaan itu diduga akibat pengemudi tidak memperhitungkan datangnya kereta api. Pada akhirnya mobil yang dikendarainya tertabrak kereta yang saat itu melintas. ”Ketika melintasi rel kereta api diduga kurang berhati-hati,” tutur dia.

Hasil keterangan sementara yang didapat polisi, Didin bertempat tinggal di Pasir Panjang. Korban merupakan pegawai negeri sipil (PNS) yang ada di lingkungan Pemkab Tasikmalaya. ”Dari platnya, ini kendaraan dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya,” ucapnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya H Opan Sopian mengungkapkan bela sungkawanya atas kejadian yang dialami rekan kerjanya. Dia pun mengonfirmasi soal mobil dinas memang merupakan inventaris Didin. ”Itu memang yang mobil pegangannya,” ucapnya.

Informasi yang dia dapat bahwa luka yang dialami Didin tidak begitu parah. Diharapkan kondisinya terus mem­baik dan bisa beraktivitas kembali. ”Informasi dari anak-anak baik-baik saja tidak sampai dirawat. Bahkan sudah di rumahnya lagi,” katanya.

Pihaknya tidak mengetahui Didin saat itu hendak pergi ke tempat kerja atau bukan. Pasalnya dia belum berkomunikasi secara langsung dengan korban. ”Kurang tahu mau ke mana atau pulang dari mana,” ujarnya. (rga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: