INDIHIANG, RADSIK – Rotasi, mutasi dan promosi yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya Kamis 10 November lalu menyisakan pertanyaan wakil rakyat. Meski mengatur formasi di birokrasi merupakan hal wajar, namun dikhawatirkan memicu pertanyaan publik.

Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H Aslim menjelaskan, tiga hari menjelang masa jabatan kepala daerah berakhir dilakukan perombakan formasi bakal berimbas kontroversi. Apalagi, pelantikan yang dilakukan dengan jumlah di atas 100 orang.

Baca selengkapnya, khusus pelanggan Epaper silakan klik, Login

Belum berlangganan Epaper? Silakan klik Daftar!

%d blogger menyukai ini: