Milenial Tasikmalaya Tanya Alasan Kaesang Memilih PSI, Jawabannya Begini

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Sebagian publik tampaknya penasaran dengan alasan Kaesang memilih PSI. Hal itu pun ditanyakan generasi milenial saat putra dari Presiden RI Joko Widodo itu datang ke Tasikmalaya.

Saat ini Kaesang memberi nuansa baru di dunia politik nusantara pasca dimandat menjadi nakhoda PSI. Apalagi dia punya mampu berkomunikasi lebih luwes dengan generasi milenial.

Dalam gerakan politiknya menghadapi Pemilu 2024, Kaesang mulai berkunjung ke daerah-daerah termasuk ke Kota Tasikmalaya.  Di mana Ketua Umum PSI itu berdiskusi bersama milenial bertajuk Ngesang (Ngopi Bareng Kaesang) di Kebon Djati Eatery, Senin (9/10/2023).

Baca juga : Soal Kode Partai Merah Putih Akan Dukung Gerindra, Ketum PSI Kaesang : Kita Kan Merah Semua

Pantauan Radartasik.id, Pada kesempatan tersebut, Kaesang didampingi oleh Sekjen PSI sekaligus Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang Raja Juli Antoni dan sejumlah Caleg PSI.

Kepada milenial di Tasikmalaya, Kaesang berpesan untuk tidak menyepelekan hak pilih yang dimiliki. Maka dari itu dia mengajak pada 14 Februari 2024 nanti untuk datang ke TPS dan memberikan suara terhadap figur dan partai yang dikehendaki di Pemilu 2024. “Tidak harus memilih PSI, yang penting gunakan hak suara,” ucapnya.

Dalam diskusi tersebut, adik dari Gibran Rakabuming itu mendapat beragam pertanyaan dari para milenial. Salah satunya yakni alasan Kaesang memilih PSI, padahal ayah dan kakaknya ada di PDI Perjuangan.

Kaesang menjelaskan bahwa dirinya sudah menjalin komunikasi dengan PSI sejak lama, bahkan sebelum rumor dirinya didorong untuk maju di Pilkada Depok. Namun terkait alasannya, dia memberikan jawaban yang cukup speechless. “Saya jatuh cinta ke PSI tanpa alasan, kaya jatuh cinta ke istri, enggak bisa ngasih alasan apa,” ungkapnya.

Baca juga : Ada Misi di Balik Kontroversi Rotasi Pejabat di Kota Tasikmalaya

Soal langkahnya ke dunia politik, tentunya dia memiliki misi yang tidak ringan. Salah satunya ingin menekan persoalan di masyarakat khususnya yang saat ini dialami oleh generasi milenial dan Z yakni pengangguran. “Bagaimana caranya lapangan pekerjaan ini bisa dibuka selebar-lebarnya,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *