Merah Putih Membentang 500 Meter di Tasikmalaya, Habib Luthfi Sampaikan Ini

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Merah putih membentang 500 Meter dalam Kirab Merah Putih Hut Bhayangkara ke-77 di Tasikmalaya, Jumat (25/8/2023). Dihadiri Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Habib Luthfi bin Yahya yang memberikan pidato kebangsaan.

Peserta kirab sudah berkumpul memadati Jalan Yudanegara dan sekitarnya sejak pagi hari. Dari mulai, Polri, TNI, Unsur Pemerintah, dan unsur masyarakat dari mulai perwakilan pemeluk agama, organisasi, pelajar sampai santri.

Selain Habib Luthfi, hadir pada kesempatan itu Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Akhmad Wiyagus, Kapolres se-Priangan Timur dan unsur Forkopimda serta tokoh masyarakat serta dan ulama Tasikmalaya.

Baca juga : Jumat Pagi Lalu Lintas Pusat Kota Tasikmalaya Akan Dikunci Selama 5 Jam, Ada Kirab Merah Putih Sepanjang 500 Meter

Dalam pidato kebangsaannya, Habib Luthfi bangga dengan semua yang hadir saat itu. Dia melihat semangat kebangsaan yang tinggi. “Menunjukkan kefanatikan kepada bangsa dan tanah air,” ungkapnya.

Habib luthfi bin yahya di kirab merah putih
Habib luthfi menaiki kereta kencana dalam kirab merah putih HUT Bhayangkara ke-77 di Tasikmalaya, Jumat (25/8/2023)

Dirinya menjelaskan bahwa kirab merah putih bukan semata seremonial dan kemeriahan semata. Karena merah putih merupakan harga diri bangsa, kehormatan bangsa dan jati diri bangsa Indoenesia.

“Kita orang merah mutih, harus kita menunjukkan kebanggaan merah putih, kebanggaan indonesia,” katanya.

Baca juga : Tidak Ada Regulasi Persoalan Kabel Fiber Optik Jaringan Internet, Menunggu Ada Korban?

Dengan kirab merah putih ini, juga upaya menularkan semangat kepada generasi penerus. Supaya kecintaan dan kebanggan terhadap merh putih bisa berkesinambungan.

“Termasuk untuk membekali regenerasi yang akan datang siap membangun bangsa, menjawab tantangan,” terangnya.

Selain itu, kirab juga jadi bahan instrospeksi juga bagi bangsa tentang kontribusi apa yang sudah dilakukan. Karena meskipun tidak terlibat di masa memperjuangkan kemerdekaan, masyarakat saat ini tetap masih bisa berkontribusi. “Kita tidak menjumpai 1945, Setelah 1945 kita mempunyai kontribusi apa untuk bangsa ini,” tuturnya.

Maka dari itu saat ini tidak perlu sibuk membicarakan perbedaan baik keyakinan sampai partai politik. Karena di tengah perbedaan yang ada, bangsa ini dipersatukan oleh merah putih. “Merah putih hanya satu, Indonesia cuma satu, mari kita pertahankan indonesia, mari kita pertahankan merah putih,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *