Tidak Terawat, Median Jalan di Pasar Cikurubuk Jadi Tempat Buang Sampah

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Median Jalan Ardiwinangun Pasar Cikurubuk tampak kurang terpelihara dengan banyaknya rumput liar. Fasilitas umum yang berfungsi sebagai pembatas ruas jalan dan area hijau itu pun kerap jadi tempat pembuangan sampah.

Pantauan Radar, median jalan yang dipasangi pagar besi itu ditumbuhi rumput liar dengan ketinggian lebih dari 1 meter, termasuk ilalang. Cukup kontras jika dibandingkan median jalan di lokasi-lokasi yang tidak dipagar namun kondisinya cukup terpelihara.

Selain rumput liar yang tumbuh tinggi, pada median jalan itu pun banyak terdapat sampah. Dari mulai yang bungkusan kresek sampai dengan dahan dan daun palem yang sudah mengering.

Baca juga : Tinggal 1 Lagi, Sudah Ada 11 Pelajar Diamankan Pada Kasus Geng Motor di Jalan SL Tobing

Salah seorang pedagang nasi rames di sekitar lokasi, Noneng Suryati (67) mengatakan bahwa biasanya rumput-rumput di median jalan itu selalu dipangkas. Namun sudah beberapa bulan ini tak ada petugas yang datang untuk membenahi area tersebut. “Dulu sebulan sekali suka dibereskan, sekarang sudah lama belum ada petugas yang datang,” terangnya.

Soal sampah yang ada di median jalan, menurutnya dibuang oleh warga yang lewat. Karena sampah dari pedagang pasar sudah jelas diambil oleh petugas kebersihan. “Yang lewat suka ada yang buang ke situ,” ujarnya.

Rimbunnya median jalan tersebut sejauh ini tidak begitu berdampak bahaya. Hanya saja khawatir sampah semakin banyak yang dibuang dan membuat suasana menjadi tidak elok. “Kalau sampai ada ular belum pernah, tapi jadi banyak yang buang sampah ke situ dan enggak enak dilihat,” tuturnya.

Baca juga : Kasus Geng Motor di Tasikmalaya Menyeret Sekolah

Pedagang lainnya, Dede (50) juga mengungkapkan hal serupa di mana sebelumnya median jalan itu cukup terawat. Namun sudah beberapa beberapa bulan ini tidak ada lagi petugas yang merapikannya. “Sudah lama, kurang tahu berapa bulan-bulannya,” ucapnya.

Para pedagang di sekitar lokasi sempat ingin bergotong royong untuk membersihkannya. Namun dia belum mendengar waktu pasti karena tentunya harus menyesuaikan dengan kondisi senggang. “Mungkin dari pemerintah juga lagi sibuk, jadinya belum diberesin,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *