Mantan Napi Teroris Kota Tasikmalaya

RADAR TASIK – Mantan Narapidana Teroris (Napiter) yang kini menjadi anggota Yayasan Anshorul Islam, Yudi, semakin produktif dalam menekuni usaha yang sedang digelutinya. Dia mendapat bantuan langsung renovasi rumah dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya, Baznas, yayasan dan kepolisian.

Pekerja Sosial Ahli Muda Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tasikmalaya Ningning Rukmini menjelaskan pihaknya melaksanakan simbolis peletakan batu pertama, Rabu (2/3/2022) siang. Di mana, renovasi itu didirikan di bekas rumah Yudi yang sudah cukup membahayakan karena tidak layak huni.

Beberapa bulan ke depan, rumah di RT/RW 01/01 Sambong Tengah Kecamatan Mangkubumi itu diharapkan tuntas dibangun dan bisa kembali ditempati penghuni agar bisa beraktivitas dan berkehidupan lebih nyaman.

”Tahun ini alhamdulillah bersama Baznas, Yayasan Anshorul Islam dan kepolisian kami meletakkan batu pertama sebagai simbolis bahwa saudara Yudi yang sudah mengusulkan bantuan, kami realisasikan melalui program bantuan langsung,” tuturnya di sela kegiatan.

Ningning menjelaskan penerima bantuan saat ini bekerja sebagai pedagang yang tengah concern mengembangkan usahanya. Diharapkan, bantuan tersebut bisa mengurangi beban penerima supaya bisa fokus memikirkan untuk pengembangan usaha, disamping dia terbebani kondisi rumah yang kurang layak.

”Kami juga menginformasikan apabila ada anggota mantan napiter lainnya yang tergabung dalam yayasan untuk mendapat bantuan wirausaha, bisa mengajukan melalui program-program dari Kementerian Sosial. Diharapkan itu bisa dimanfaatkan agar aktivitas dan produktivitas mereka bisa kita dorong semakin baik lagi,” ujar Ningning.

Pembina Yayasan Anshorul Islam Muhammad Iqbal mengaku bersyukur, salah seorang anggotanya mendapat realisasi bantuan tersebut. Pihaknya selama ini merasakan betul perhatian pemerintah dalam memberikan solusi dan bantuan terhadap para mantan napiter. ”Sekarang pun, anggota kami bisa terbantu dan fokus untuk melakukan usaha, karena mendapat bantuan renovasi rumah agar lebih layak huni,” tuturnya.

Iqbal menceritakan pembinaan di yayasannya akan terus ditingkatkan, mengingat para mantan napiter selama ini sudah begitu terbantu oleh kehadiran dan peran pemerintah. Mulai dari penjemputan napiter yang baru dibebaskan. Kemudian membantu kekurangan biaya pengobatan para anggota yang mengalami sakit keras.

”Urusan kesehatan, penjemputan dan lain-lain, kami selalu mendapat perhatian dan meringankan biaya pengobatan bagi anggota kami. Maka kita akan fokuskan pembinaan agar rekan-rekan anggota yayasan terus produktif dan berbuat lebih manfaat untuk lingkungan sekitarnya masing-masing,” kata Iqbal. (igi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: